Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Klopp Puji Kepemimpinan Wasit Stephanie Frappart

Kamis 15 Aug 2019 09:04 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Israr Itah

Wasit wanita Stephanie Frappart.

Wasit wanita Stephanie Frappart.

Foto: EPA-EFE/SEDAT SUNA
Frappart menjadi wanita pertama yang menjadi wasit Piala Super Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Pelatih Liverpool, Juergen Klopp memuji kepemimpinan Stéphanie Frappart yang menjadi wasit dalam laga Piala Super Eropa di Vodafone Park, Istanbul, Kamis (15/8).  Klopp menilai, Frappart sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan tinggi selama laga bergulir 120 menit ditambah adu penalti.  Frappart menjadi wanita pertama yang menjadi wasit Piala Super Eropa. 

"Saya berkata pada tim wasit setelah pertandingan, kami menyukai cara wasit memimpin. Mereka benar-benar menakjubkan," kata Klopp seperti dilansir laman resmi UEFA.

Selama laga, Klopp merasakan ada banyak tekanan dari kedua kubu dan penonton. Kendati demikian, Klopp memerhatikan performa Stéphanie yang tetap tenang dan mengetahui hal yang mesti dilakukan.

"Membuat keputusan di pertandingan penting merupakan hal yang besar. Hormat saya untuk Stéphanie Frappart," ujarnya.

Nama Stéphanie sebenarnya sudah cukup dikenal di Prancis. Wanita berusia 35 tahun itu sudah beberapa kali memimpin pertandingan Ligue 1 musim lalu. Membuat debutnya sejak 2009, Stéphanie dinilai sudah berpengalaman setelah memimpin banyak pertandingan internasional seperti Piala Dunia Wanita 2019.

Frappart menikmati malam yang nyaman dengan beberapa momen kilat atau perbedaan pendapat dengan para pemain. Dia tidak mengeluarkan kartu sampai menit ke-79 ketika dia mengacungkan kartu kuning ke pemain belakang Chelsea Cesar Azpilicueta karena melakukan pelanggaran terhadap Sadio Mane. Kapten Liverpool Jordan Henderson juga masuk dalam buku karena melakukan pelanggaran terhadap Emerson.

Asisten Frappart, Manuela Nicolosi dari Italia dan Michelle O’Neill dari Irlandia juga bagys dengan tiga keputusan luar biasa. 

Christian Pulisic dinyatakan offsise saat membuat Chelsea unggul 2-9, dan keputusan ini dikonfirmasi oleh VAR.

Pada awal babak kedua, Chelsea mengajukan banding karena menilai Roberto Firmino offside ketika ia mengatur Mane untuk menyamakan kedudukan 1-1. Cek VAR menunjukkan keputusan itu kembali benar. Chelsea kemudian memiliki gol lain yang dianulir ketika bendera naik untuk menyatakan Mason Mount offside, keputusan lain yang didukung oleh VAR.

Keputusan Frappart yang paling kontroversial datang sangat awal ketika upaya akrobatik dari Mane mengenai lengan Andreas Christensen tetapi itu dari jarak yang sangat dekat dan tidak ada penalti yang diberikan. Ia juga memberikan Chelsea penalti pada babak tambahan, tapi sebagian berpendapat itu berlebihan,

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA