Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Persib Gagal Pertahankan Keunggulan karena Kesalahan Kecil

Kamis 15 Aug 2019 11:25 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (13/8).

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (13/8).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Padahal, Persib sudah unggul 2-0 pada babak pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung gagal meraih poin penuh usai ditahan imbang Borneo FC 2-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/8). Padahal, Persib sudah unggul 2-0 pada babak pertama. 

Ini bukan kali pertama Persib gagal mempertahankan keunggulan. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengakui hal tersebut. Menurutnya, kesalahan kecil membuat Persib gagal menang.

Baca Juga

"Hanya tim harus kebobolan dari pelanggaran tidak penting dan terlambat bereaksi. Juga dari penalti akibat ada tendangan kungfu di kotak penalti," kata Robert usai laga.

Dua gol Borneo FC merupakan bola mati dari pelanggaran Persib. Salah satunya adalah penalti akibat pelanggaran yang dilakukan Hariono pada menit ke-72 di kotak penalti. Saat itu, arah tendangan Hariono untuk menyelamatkan bola justru meleset dan mengenai pemain Borneo.

"Kami gagal menang karena kesalahan sendiri, bukan karena Borneo yang berbahaya tapi kami melakukan kesalahan," kata Robert. 

Robert mengakui ini menjadi masalah yang harus diselesaikan. Menurutnya, Persib kehilangan karakter sehingga tidak bisa menjaga keadaan di lapangan.

"Kami kurang sosok yang mempunyai kepemimpinan di beberapa posisi kunci yang bisa berkomunikasi dengan baik," tegas Robert.

Robert tetap menghargai kerja keras timnya. Dia menyebut Persib harus menutup celah kekurangan itu dengan baik. 

Dia menyebut tim selalu menonton video pertandingan dan berdiskusi soal kesalahan kecil yang berakibat fatal. Robert menyebut hal tersebut memang sulit diperbaiki karena kerap terulang.

"Tapi kami berusaha untuk mengatasi itu. Karena kami sulit menang, hari ini kembali imbang padahal kami seharusnya bisa menang. Hanya, kami kembali melakukan kesalahan," kata Robert.

Robert berharap bisa segera memasukkan Fabiano Beltrame ke dalam tim. Pemain Brasil ini sebentar lagi akan mendapatkan status sebagai WNI setelah mengajukan kewarganegaraan Indonesia. 

Namun ini baru bisa dilakukan pada putaran kedua Liga 1. Robert menilai kehadiran Fabiano akan banyak membantu memperkuat lini pertahanan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA