Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Ini Curhatan Pochettino Soal Transfer Tottenham Hotspur

Rabu 31 Jul 2019 15:09 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Bayu Hermawan

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.

Foto: EPA-EFE/Emilio Naranjo
Mauricio Pochettino mengirim pesan minor terkait perannya di klub asal London Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Jendela transfer musim panas 2019 menjadi bulan yang paling ditunggu oleh seluruh klub Eropa. Termasuk, Tottenham Hotspur. Namun, pelatih Tottenham Mauricio Pochettino mengirim pesan minor terkait perannya di klub asal London Utara.

Bertindak sebagai manajer Spurs, Pochettino menganggap dirinya tidak memiliki kuasa dalam menentukan aktivitas belanja the Lillywhites. "Saya tidak bertanggung jawab dan saya tidak tahu apa-apa tentang situasi pemain saya," jelas Pochettino usai kemenangan 1-0 atas Real Madrid pada laga pramusim Audi Cup 2019 dikutip Four Four Two, Rabu (31/7).

Baca Juga

Sebelumnya sudah lebih 500 hari rival sekota Arsenal tersebut belum mendatangkan pemain baru. Belanja terakhir Spurs terjadi pada 31 Januari 2018 lalu dengan mendatangkan Lucas Moura dari Paris Saint-Germain (PSG).

Bukan tanpa alasan Spurs puasa belanja pemain dalam hampir dua musim, mengingat klub pada periode tersebut tengah membangung stadion baru. Sekarang stadion tersebut telah rampung dan aktivitas transfer Spurs kembali normal.

Janji yang dilayangkan presiden dan juga manajemen mendatangkan pemain bintang pun terwujud yakni dengan memecahkan rekor transfer klub untuk mengontrak Tanguy Ndombele dari Olympique Lyon. Bahkan, untuk merekrut gelandang tengah berusia 22 tahun Tottenham perlu merogohkocek 65 juta poundsterling setara Rp 1,1 triliun, dan mengikat Jack Clarke dari Leeds United.

Namun, terselip kasus yang ganjil dalam keputusan pun kebijakan belanja Spurs. Sebagai seorang manajer Pochettino yang dimana tugas itu diberikan bukan hanya skadar melatih, melainkan juga mengatur perekrutan dan kontrak ketika jual beli pemain.

"Klub (Tottenham) perlu mengubah status saya. Tentu saja saya bos yang memutuskan permainan dalam segi teknis. Tetapi di daerah lain saya tidak tahu. Hari ini, saya merasa seperti hanya seorang pelatih," sambung ahli taktik berdarah Argentina.

Contoh kasus yang baru terkait posisi Pochettino sebagai manajer adalah ia tidak mengetahui situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada bek sayap Danny Rose. Sebelumnya, manajemen diklaim bakal melepas pemain asal Inggris. Praktis, dengan semua lalu lintas transfer dikendalikan oleh pimpinan klub seperti Daniel Levy, Pochettino berhak meminta perannya di Stadion Tottenham Hotspur diperjelas.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA