Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Penalti Runtuhkan Mental Pemain Indonesia

Ahad 18 Aug 2019 01:07 WIB

Red: Israr Itah

Pesepak bola Timnas Indonesia U-18 berfoto bersama saat akan bertanding melawan Malaysia pada semifinal Piala AFF U-18 di Stadion Go Dau di Provinsi Binh Duong, Vietnam, Sabtu (17/8/2019).

Pesepak bola Timnas Indonesia U-18 berfoto bersama saat akan bertanding melawan Malaysia pada semifinal Piala AFF U-18 di Stadion Go Dau di Provinsi Binh Duong, Vietnam, Sabtu (17/8/2019).

Foto: Antara/Yusran Uccang
Indonesia kalah 3-4 dari Malaysia lewat babak tambahan waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, BINHDUONG -- Pelatih timnas Indonesia U-18 Fakhri Husaini menilai kekalahan Indonesia pada babak tambahan waktu dari Malaysia salah satunya karena runtuhnya mental pemain. Sebab, kemenangan di depan mata buyar akibat gol penalti Malaysia pada lima menit akhir waktu normal.

Dalam pertandingan semifinal Piala AFFU-18 yang berlangsung di Stadion Binh Duong, Vietnam, Sabtu (17/8) petang, Indonesia kalah 3-4 dari Malaysia lewat babak tambahan waktu. Padahal, skuat Garuda Nusantara nyaris memenangi pertandingan dalam dua babak normal karena sudah unggul 3-2.

Baca Juga

Namun, keunggulan itu buyar akibat gol penalti Malaysia pada menit ke-84. Penalti diberikan wasit karena pelanggaran yang dilakukan Alfeandra Dewangga Santosa di kotak penalti.

"Tadi kami sudah unggul 3-2 tapi karena pelanggaran yang dilakukan Dewo, yang menurut saya seharusnya tidak perlu terjadi, itu jadi menjatuhkan mental pemain lainnya," tutur pelatih timnas U-18 Fakhri Husaini dalam konferensi pers di Binh Duong, Sabtu petang.

Dalam laga yang berlangsung selama 120 menit itu, timnas Indonesia juga harus kehilangan banyak kesempatan untuk mencetak gol di babak kedua.

Fakhri menilai pertandingan berjalan sangat ketat namun timnas sudah mengeluarkan semua kemampuan yang dimiliki meski harus berakhir dengan kekalahan.

Skor tipis tersebut juga menandakan kedua tim juga sebetulnya memiliki kemampuan yang hampir serupa. Namun timnas U-18 masih kurang matang dalam mengeksekusi umpan-umpan yang berada di lini depan.

"Tapi saya bangga dengan apa yang sudah ditampilkan pemain, mereka punya banyak peluang juga tapi sayang peluang-peluang tadi tidak menjadi gol," pungkas Fakhri menambahkan.

Timnas sepak bola U-18 akan kembali berjuang untuk memprebutkan peringkat ketiga Piala AFF U-18 2019. Skuat Garuda Nusantara akan menunggu calon lawan antara Australia dan Myanmar yang masih bertanding.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA