Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Drama VAR di Etihad Saat Laga City Vs Tottenham

Ahad 18 Aug 2019 16:52 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Bayu Hermawan

Gelandang serang Tottenham Hotspur Lucas Moura (kiri) menjebol gawang Manchester City.

Gelandang serang Tottenham Hotspur Lucas Moura (kiri) menjebol gawang Manchester City.

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Dua pelatih menanggapi berbeda drama VAR dalam laga City Vs Tottenham.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Seluruh suporter Manchester City yang memenuhi Etihad Stadium terhentak kegirangan saat Gabriel Jesus mencetak gol kemenangan pada menit ke-92 ke gawang Tottenham Hotspur pada pekan kedua Liga Inggris musim ini, Sabtu (17/8). Jesus pun berlari ke pinggir lapangan, lalu menari-menari atas gol yang diciptakannya pada masa tambahan waktu.

Lensa kamera juga menyoroti adegan pelukan Pep Guardiola dengan Sergio Aguero di area bangku cadangan. Aguero seolah mengatakan bahwa keputusan menarik keluar dirinya dan digantikan oleh Jesus adalah tepat. Karena pemain Argentina itu sempat tak rela dirinya ditarik keluar.

Tapi kegembiraan City hanya bertahan sekian menit setelah wasit menganulir gol Jesus setelah melihat hasil review VAR. Dalam tayangan VAR tersebut, sebelum Jesus melesakkan bola ke gawang Hugo Lloris, bola terlihat menyentuh tangan Aymeric Laporte. City gagal menang atas Tottenham dan skor berakhir 2-2.

City unggul atas Tottenham pada menit ke-20 lewat tandukan Raheem Sterling setelah menerima umpan dari Kevin De Bruyne. Tapi keunggulan 1-0 itu hanya bertahan tiga menit setelah Erik Lamela memanfaatkan kesalahan kiper City, Ederson dengan melakukan tendangan mendatar dari luar kotak pinalti yang tak bisa dijangkau oleh penjaga gawang sehingga skor menjadi 1-1.

City unggul 2-1 pada babak pertama melalui Sergio Kun Aguero. Tapi Tottenham kembali membalas melalui sundulan pemain pengganti, Lucas Moura yang baru masuk menggantikan Herry Winks sehingga skor menjadi 2-2.

Sejak skor imbang itulah barangkali drama menarik pertandingan panas antara City dan Tottenham dimulai. VAR adalah bagian cerita krusial yang membuat City gusar karena gagal memenangkan pertandingan. Fan City pun mengkritik keputusan wasit yang menganulir gol Jesus.

Namun bagi fan Tottenham, keputusan wasit itu bagaikan dewa penyelamat dari kekalahan. Mereka lalu bernyanyi dengan memuji teknologi VAR tersebut yaitu “VAR, my lord, VAR!”, bunyi nyanyian fan Tottenham.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah wasit menganulir gol berkat teknologi VAR. Menurut dia, ini adalah kedua kalinya melawan Tottenham dirugikan oleh VAR. Sebelumnya terjadi di pentas Liga Champions musim lalu.

"Ini adalah kedua kalinya terjadi, ini sulit. Sejujurnya sulit tetapi itu adalah seperti itu," kata Gurdiola seperti dikutip dari Skysports, Ahad (18/8).

Guardiola berharap ada perbaikan dari pihak berwenang terkait penggunaan VAR.Terutama terkait dengan konsistensi ketika menentukan sebuah insiden melalui VAR. Dia menekankan keadilan harus benar-benar diperhatikan.

Kendati demikian, mantan pelatih Barcelona itu mengatakan semuanya harus menerima keputusan wasit. Menurut dia yang terpenting adalah perlunya kerja keras lagi dalam menjadikan peluang sebagai gol.

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino memuji kerja VAR. Dia bahkan mengaku jatuh cinya kepadanya. Meskipun dia tidak setuju dengan perangkat tersebut sejak awal isu tersebut muncul. Tapi, kata Pochettino, terkadang tim mendapatkan manfaat dari VAR itu seperti yang dialaminya oleh Tottenham di Liga Inggris dan Champions.

"Kami tidak bisa menghentikan evolusi teknologi, tetapi sulit karena kami mencintai sepakbola sejak 30 tahun lalu ketika itu hanya keputusan wasit. Beberapa hal tidak adil terjadi tetapi sepanjang musim, Anda menemukan keseimbangan yang baik," ungkapnya.

Tapi zaman telah berubah. Teknologi terus berkembang termasuk di dalam dunia sepakbola. Hal tersebut yang disadari oleh Pochettino untuk bisa menerima perkembangan tersebut. Hasilnya, teknologi itu menguntungkan Tottenham. "Itu menguntungkan bagi kami, itu akan melawan kami dan kami harus menerimanya dengan sabar dan wajah yang baik," kata Pochettino.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA