Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

De Bruyne Lebih Suka Pertandingan Bola Tanpa VAR

Ahad 18 Aug 2019 21:31 WIB

Red: Bayu Hermawan

Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne

Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth
Menurutnya tanpa VAR pertandingan akan berjalan tanpa banyak interupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelandang Manchester City Kevin de Bruyne mengaku tidak masalah dengan penerapan video assistant referees (VAR) di Liga Primer Inggris. Namun, pemain asal Belgia itu mengaku  lebih suka cara lama yaitu melihat laga berjalan tanpa banyak interupsi.

Klub juara Liga Inggris itu menjadi korban VAR ketika gol menit akhir Gabriel Jesus dianulir karena handball ketika mereka bermain imbang 2-2 ketika menjamu Tottenham Hotspur, Sabtu (17/8) kemarin. VAR, yag membuat debut di Liga Premier musim ini, telah diterapkan di sejumlah kompetisi tingkat tinggi selama beberapa bulan terakhir namun mendapat sejumlah ulasan beragam dari para pemain dan pelatih dan juga fan yang frustasi.

"Rasanya aneh melihat gol menit terakhir dibatalkan tapi kami hanya bisa mengiyakannya," kata De Bryune kepada BBC seperti dikutip Reuters.

"Aku orang lama. Aku lebih suka pertandingan yang mengalir dan entusiasmenya. Tapi jika kita ingin pertandingan yang lebih baik, aku tak masalah dengan itu (VAR)," katanya.

"Aku tak punya masalah dengan peraturan, peraturan adalah peraturan, tapi itu harus ditinjau karena situasi itu gila," ucapnya.

Sementara penyerang City Gabriel Jesus, telah dua kali golnya dianulis oleh VAR. Dalam pertandingan perdana, gol Jesus ke gawang West Ham United juga dianulir. Sang striker asal Brazil itu meluapkan amarahnya di pertandingan Sabtu itu kepada ofisial di lapangan.

City sudah familiar dengan VAR ketika disingkirkan dari Liga Champions, pada April, oleh Tottenham yang mendapati gol menit terakhir Raheem Sterling dianulir. Walau pun kecewa dengan hasil laga pertama di kandang itu De Bruyne mengatakan City, yang belum pernah menang di kandang selama hampir delapan bulan terakhir, bisa cukup puas dengan upaya mereka.

"Semua orang bangga dengan bagaimana kami tampil, Spurs mendapat dua gol tapi mereka hanya punya dua kesempatan jadi mereka sangat klinis. Bermain di level seperti ini melawan tim seperti Tottenham sangat bagus hingga akhir musim," ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA