Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Akhir Perjalanan Ashley Cole

Selasa 20 Agu 2019 02:32 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Bayu Hermawan

Ashley Cole

Ashley Cole

Foto: AP/Sang Tan
Ashley Cole mengumumkan gantung sepatu pada Ahad (18/8).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ashley Cole mengumumkan gantung sepatu pada Ahad (18/8). Pemain berusia 38 tahun itu, merupakan salah satu pemain asal Inggris tersukses, dengan mendapatkan 13 trofi sepanjang karirnya.

Baca Juga

Cepat, lincah dan sigap memotong pergerakan lawan adalah gambaran sosok Ashley Cole. Dia adalah pemain top yang pernah dimiliki oleh Inggris. Lahir 20 Desember 1980 di Stepney, London, Inggris, dia menjadi andalan Inggris serta legenda Arsenal dan Chelsea.

Kecepatannya membuat Cole selalu membantu serangan tim dari sisi kiri. Kemampuannya menyisir pertahanan lawan membuat pemain lawan perlu lebih waspada ketika Cole membantu penyerangan. Namun, dia juga dengan cepat ketika harus kembali posisinya sebagai pemain bertahan.  Selama berkarir, Cole telah mendapatkan tiga gelar Liga Inggris, tujuh Piala FA, Piala Liga, Liga Champions dan UEFA Cup.

"Setelah mempertimbangkan dengan susah payah, saatnya untuk menggantung sepatu saya dan melihat ke bab berikutnya, yang diharapkan akan menjadi pelatihan," ujar Cole dalam sebuah pernyataannya dikutip dari Reuters, Senin (19/8).

Selama karir profesionalnya, Cole membela banyak klub. Arsenal, Chelsea, AS Roma, LA Galaxy dan Derby County adalah deretan tim yang pernah dia bela. Namanya mendapatkan tempat istimewa di dua klub yaitu Arsenal dan Chelsea karena dia adalah sosok penting kesuksesan dua klub tersebut.

Lulusan akademi Arsenal itu menjadikan klub tersebut sebagai labuhan pertamanya sebagai pemain profesional di level senior antara 1998-2006. Selama 156 penampilannya bersama Arsenal, dua gelar Liga Inggris dia persembahkan untuk The Gunners yaitu musim 2001-2002 dan saat Arsenal menjuara Liga Inggris tanpa kekalahan yaitu 2003-2004.

Cole juga mempersembahkan tiga Piala FA yaitu musim 2001-2002, 2002-2003 dan 2004-2005. Kemudian dua gelar Community Shield yaitu 2002 dan 2004. Itu sebabnya, dia begitu dicintai oleh fan Arsenal.

Tahun 2006, dia hijrah ke klub rival yaitu Chelsea sampai 2014 dan bermain sebanyak 229 kali.  Bersama The Blues, Cole juga sukses mempersembahkan banyak gelar yaitu satu gelar Liga Inggris pada musim 2009-2010, empat Piala FA, satu Piala Liga Inggris, satu Community Shield, satu Liga Champions dan UEFA Cup.

Dia lalu mencoba peruntungan di klub ibu kota Italia AS Roma pada 2014-2016. Namun karirnya bersama Srigala Roma tak sebagus saat membela Arsenal dan Chelsea. Dia hanya bermain 11 kali. Di ujung karirnya, dia membela LA Galaxy dan berakhir di Derby County.

Bersama timnas Inggris, dia disebut sebagai salah satu bek kiri terbaik yang dimiliki The Three Lions. Dia telah tampil sebanyak 107 kali bersama Inggris. Dia membela Inggris di tiga Piala Dunia yaitu 2002, 2006 dan 2019. Selain itu, dia juga membela Inggris pada Piala Eropa 2004 dan 2012.

Cole sudah punya rencana apa yang akan dilakukannya pasca pensiun sebagai pemain. Tak jauh-jauh dari dunia sepakbola, Cole ingin menjadi seorang pelatih dan berharap menjadi pelatih sukses ke depannya.

Dia mengenang perjalanan karirnya sejak masih kecil. Dia mengatakan waktu masih muda tak pernah berharap menjadi seorang pemain sepakbola profesional. Dia menyebut dirinya sebagai pemuda yang beruntung bisa bermain di Piala Dunia, dan mengangkat gelar bergengsi seperti Liga Champions dan Liga Inggris.

"Saya memenuhi impian saya. Sekarang saya melihat ke masa depan, semoga sebagai pelatih yang hebat," katanya.

Kabar pensiunnya Cole langsung mendapatkan respon dari para penggemarnya di Arsenal melalui media sosial. Salah satunya dari akun twitter @Mobiella. Dia menulis dalam twitnya "Ashley Cole bek kiri terbaik dalam hidupku, karier yang luar biasa. Saya merasa hancur ketika dia meninggalkan Arsenal dan kami tidak pernah berhasil mendekati untuk menggantikannya dengan benar. Sebagian besar FB solid atau defensif, tetapi dia benar-benar bisa melakukan segalanya," tulisnya, dikutip dari footballlondon.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA