Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Manchester City Mencari Pelampiasan

Sabtu 24 Aug 2019 05:57 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Didi Purwadi

Pep Guardiola

Pep Guardiola

Foto: EPA-EFE/Friedemann Vogel
Manchester City akan melampiaskan kekecewaan saat melawat ke markas Bournemouth.

REPUBLIKA.CO.ID, BOURNEMOUTH -- Bayangan kemenangan yang diraih Manchester City atas Tottenham Hotspur pada pekan kedua Liga Primer Inggris, akhir pekan lalu, buyar begitu saja ketika wasit Michael Oliver menganulir gol Gabriel Jesus pada menit ke-92. Dengan bantuan dari Video Assistant Referee (VAR), Michael Oliver menilai gol Jesus tidak sah lantaran sebelumnya Aymeric Laporte kedapatan melakukan handball.

Ujungnya, juara bertahan Liga Primer Inggris itu harus menerima kenyataan pahit. Mereka gagal memetik poin penuh di laga kandang perdana Liga Primer Inggris musim ini usai bermain imbang 2-2 dengan Spurs. Selain itu, kegagalan meraih poin penuh ini membuat City terperosok ke peringkat ketiga klasemen sementara.

The Citizen mengantongi selisih dua poin dari Liverpool dan Arsenal, yang berhasil meraih kemenangan di laga lainnya. Pasca laga, tidak ada yang bisa dilakukan City untuk menggugat keputusan wasit yang bersumber dari aturan teranyar di Liga Primer Inggris tersebut. The Citizen akhirnya hanya bisa pasrah, sembari bersungut-sungut menelan kekecewaan lantaran gagal memetik poin penuh.

Namun, City memiliki kesempatan untuk membayar sekaligus melampiaskan kekecewaan saat melawat ke markas Bournemouth pada pekan ketiga Liga Primer Inggris, Ahad (25/8) malam WIB. Target tiga angka demi bisa kembali ke jalur kemenangan, sekaligus memperbesar peluang kembali ke posisi dua teratas klasemen sementara, diusung The Citizen dalam lawatan ke Stadion Vitality tersebut.

''Harus diakui, kehilangan dua poin dengan cara seperti itu terasa sangat mengecewakan dan menimbulkan frustasi. Tentu saja kami sedih dan kecewa dengan hasil itu, tapi kami akan  bangkit dan bersiap untuk laga menghadapi Bournemouth,'' kata pelatih Manchester City, Pep Guardiola, di laman resmi klub, awal pekan ini.

Terlepas dari kegagalan memetik poin penuh di laga kontra Spurs, Guardiola justru menyebut permainan anak-anak asuhnya di laga itu merupakan performa terbaik The Citizen hingga saat ini. Eks pelatih Barcelona itu begitu puas dengan gelombang serangan yang dilancarkan para penggawa Manchester City.

Di laga tersebut, City memang tercatat melepaskan 30 tendangan dengan 10 tendangan tepat mengarah ke gawang. Catatan ini jauh dari yang dikemas Spurs, yang hanya bisa mengemas tiga tendangan dan dua tepat mengarah ke gawang. Performa ini yang ingin diulangi City di laga kontra Bournemouth.

''Akhirnya, apa yang bisa kami lakukan sekarang adalah berusaha mengulangi performa seperti di laga itu sesering mungkin. Semua aspek permainan yang ditunjukan kami di laga itu benar-benar luar biasa, mulai dari pressing, penguasaan permainan, serangan balik, hingga variasi struktur serangan,'' kata Guardiola.

Optimisme serupa diungkapkan Kevin De Bruyne. Menurut gelandang City asal Belgia itu, satu-satunya hal yang kurang dari City di laga itu adalah keberuntungan.

De Bruyne pun menyebut, dengan kemenangan di laga berikutnya, maka City akan mengembalikan kepercayaan diri mereka. ''Kami ingin menang di semua laga, tapi memang itu bukan hal yang mudah. Di laga terakhir, kami berhak meraih kemenangan, dan kami akan mencobanya di laga berikutnya,'' ujar De Bruyne.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA