Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Mata: Pelaku Pelecehan Terhadap Pogba adalah Pengecut

Kamis 22 Aug 2019 20:43 WIB

Red: Bayu Hermawan

Paul Pogba

Paul Pogba

Foto: AP Photo/Matt Dunham
Mata menilai pelaku bersembunyi dibalik akun media sosial mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juan Mata mengecam kasus pelecehan rasial yang menimpa rekannya di Manchester United Paul Pogba. Gelandang asal Spanyol itu menyebut pelaku penghinaan terhadap Pogba adalah pengecut.

Mata menilai, para pelaku menggunakan media sosial untuk melakukan pelecehan, karena mereka bisa menyembunyikan jati diri mereka disana. Ia pun menilai, masalah ini harus segera ditangani.

"Ini seharusnya sudah tidak kita bahas lagi, karena seharusnya masalah ini sudah bisa diberantas sejak lama," ucap Mata seperti dikutip dari ESPN FC.

"Media sosial sangat fantastis untuk menghubungan orang-orang jika anda menggunakannya untuk hal yang benar. Tapi Medsos juga memberika kesempatan bagi begitu banyak orang untuk melepaskan rasa frustasi mereka terhadap orang lain, dengan bebas dengan menggunakan akun palsu," katanya.

Mata mengatakan, orang-orang bisa memalsukan identitas mereka, kemudian mengatakan dan menuliskan apapun yang mereka inginkan, tanpa takut terjerat hukum.

"Itu masalahnya. Sayangnya beberapa orang melakukan itu dan itu harus dihentikan. Itu tindakan pengecut untuk melakukannya, karena tidak ada yang bisa melihatmu. Itu tidak baik," tegasnya.

Seperti diketahui, Paul Pogba menjadi sasaran serangan rasialisme usai gagal mengeksekusi tendangan penalti, yang berujung gagalnya MU meraih kemenangan atas Wolves. Serangan rasial terhadap Pogba justru dilontarkan oleh beberapa pendukung MU sendiri di media sosial. Manchester United selain mengecam kasus ini, juga mengandeng pihak medsos untuk menelusuri siapa pelaku pelecehan terhadap Pogba.




Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA