Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Hadapi Newcastle, Spurs Siap Tampil dengan Kekuatan Penuh

Sabtu 24 Aug 2019 17:12 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Bayu Hermawan

Son Heung-min

Son Heung-min

Foto: EPA-EFE/NIGEL RODDIS
Tottenham bisa kembali diperkuat Son Heung-Min

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tottenham Hotspur akan menghadapi Newcastle United pada pertandingan pekan ketiga Liga Primer Inggris, Ahad (25/80). Bermain di kandang sendiri, Tottenham Hotspur Stadium, the Lily White akan tampil dengan kekuatan penuh menjamu the Magpies.

Son Heung-Min, yang absen dalam pertandingan perdana, kemungkinan bakal kembali mengisi lini serang Spur. Son harus menjalani larangan tiga pertandingan saat diganjar kartu merah ketika lawan Bournemouth musim lalu.  Namun kini, masa hukumannya telah usai. Sehingga pemain internasional Korea Selatan itu bisa kembali beraksi.

Baca Juga

''Sonny (sapaan akrab Son) akan tersedia dan itu menjadi tambahan pilihan,'' jelas manajer Spurs Mauricio Pochettino, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (24/8).

Menurut Pochettino, Son telah berlatih keras untuk tetap bugar selama empat bulan. Bukan hanya menjaga kebugarannya, Son juga telah berusaha untuk meningkatkan kemampuannya di beberapa area. Ia mengatakan, hadirnya Son akan semakin membuat timnya bersaing dengan tim lain. Apalagi, selama ini ia telah kehilangan beberapa pemain di lini depan.

Bukan hanya Son yang memberikan kabar positif bagi Poch. Dele Alli pun sudah kembali berlatih dengan skuat, setelah absen dalam dua laga perdana Liga Inggris. Alli harus absen karena menderita cedera hamstring. Meskipun, Pochettino masih harus melihat perkembangan Ali dalam sesi latihan terakhir sebelum mengumumkan skuat yang akan dimainkan. Tapi Pochettino harus kehilangan gelandang Tanguy Ndombele yang mengalami cedera dalam pertandingan terakhir.

''Seorang manajer selalu menginginkan pemainnya tersedia untuk menambah pilihan dalam mengambil keputusan. Kami senang, kami sangat positif, dan kami berharap memainkan pertandingan yang bagus pada Ahad. Tiga poin sangat penting,'' tegas Pochettino.

Apalagi, lanjut dia, Spurs harus memperbaiki gaya permainan dan bersaing dengan cara terbaik. Meskipun Newcastle tak menang dalam dua pertandingan perdana mereka, usai kalah atas Arsenal dan Norwich, Pochettino mewaspadai kebangkitan the Magpies di pekan ketiga mereka. Pelatih asal Argentina itu menyatakan, Newcastle akan bertandang ke markas Spurs dengan bermain agresif dan padat.

''Setelah start yang sulit, kami tidak tahu jika mereka akan mengubah sesuatu. Di Liga Inggris, setiap pertandingan itu beda dari satu pekan ke pekan selanjutnya,'' ujar Poch.

Sementara itu, suasana di ruang ganti Newcastle justru sedang kelam. Manajer Steve Bruce dikritik sebagai pelatih yang kurang memiliki kecerdasan taktik. Bahkan, bek Newcastle Paul Dummett mengatakan bahwa sejak pemanasan saja, sudah ada yang tak beres dari pendekatan Bruce. Pernyataan Dummett itu sontak membuat Bruce kesal. Sebab dirinya merasa tersindir tak mampu memimpin pemanasan dan menetapkan taktik.

''Sindiran seperti itu tidak bisa dilakukan, kritikan itu sangat menyakitkan, karena itu tidak benar. Kami dapat menerima semua kritik selama itu konstruktif. Saat itu hanya kebohongan, itu sangat mengecewakan,'' tegas Bruce, jelang persiapan lawan Spurs, dikutip dari the Guardian.

Menurutnya, aneh jika sebagai seorang manajer, harus mengalisis pemanasan. Sebab jika itu dilakukan, maka sebuah tim berada dalam masalah besar. Karena itu Bruce menegaskan hanya fokus pada pertandingan. Menganalisis penampilan di lapangan dibandingkan sebuah pemanasan. Stafnya, Steve Agnew dan Steve Clemence telah memimpin pemanasa selama 20 tahun. ''Jika kami tidak dapat melakukan pemanasa dengan baik, kemudian ini hanya menunjukan apa yang kita lawan,'' ungkap Bruce.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA