Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Ini Usaha Blitar Bandung United Keluar Zona Degradasi

Kamis 29 Agu 2019 13:40 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto

Pemain Bandung Blitar United, Fafa Muhamad Zuhud (kiri) dan pelatih Bandung Blitar United, Liestiadi (kanan) di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Kamis (22/8).

Pemain Bandung Blitar United, Fafa Muhamad Zuhud (kiri) dan pelatih Bandung Blitar United, Liestiadi (kanan) di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Kamis (22/8).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Selama kompetisi berlangsung, Blitar Bandung United hanya meraup 1 kali menang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Blitar Bandung United akan menghadapi PSGC Ciamis di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (29/8). Dalam laga ini, Blitar Bandung United membutuhkan kemenangan untuk keluar dari zona degradasi.

Berbagai usaha dilakukan oleh tim satelit Persib Bandung ini untuk keluar dari zona degradasi. Apalagi, Blitar Bandung United dan PSGC sama-sama memiliki tujuh poin.

"Kami sama-sama di papan bawah, cuma untuk rata-rata gol mereka lebih bagus. Untuk itu kami harus berjuang lebih baik lagi," kata pelatih Blitar Bandung United, Liestiadi di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (28/8).

Liestiadi tetap menargetkan kemenangan dalam laga ini. Apalagi selama kompetisi berlangsung, Blitar Bandung United hanya meraup satu kali menang, empat seri, dan sisanya kalah.

Di putaran kedua Liga 2 ini, Persib juga memberikan empat pemainnya untuk Blitar Bandung United. Para pemain itu adalah Wildan Ramdani, Agung Mulyadi, Puja Abdillah, dan Muchlis Hadi. Sayangnya, Liestiadi belum akan menurunkan pemain barunya. "Yang bisa main cuma Agung dan Puja, untuk Muchlis saya lihat kondisinya nanti," kata Liestiadi.

Liestiadi memang harus membawa timnya menang pada laga ini jika ingin Blitar Bandung United keluar dari zona degradasi. Namun ia menolak menyebut tertekan dengan keadaan itu. Menurutnya, sebuah pertandingan tidak bisa diprediksi. "Tekanan dari posisi kami tetap ada, tapi itu adalah esensi dari kompetisi. Apapun tekanannya di situ kam belajar membangun kekuatan mental," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA