Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Jerman Vs Belanda: Laga Bergengsi di Hamburg

Jumat 06 Sep 2019 09:30 WIB

Red: Budi Raharjo

Bek Jerman Mats Hummels (kanan) beraksi saat melawan Belanda.

Bek Jerman Mats Hummels (kanan) beraksi saat melawan Belanda.

Foto: AP Photo/Peter Dejong
Kemenangan Belanda di Hamburg menjadi harga mati.

REPUBLIKA.CO.ID, HAMBURG -- Panas dan bergengsi. Begitu kira-kira gambaran laga yang bakal tersaji di di Volksparkstadion, Hamburg, Sabtu (7/9) dini hari WIB antara tuan rumah Jerman dan Belanda. Keduanya bakal saling bentrok pada pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2020.

Bentrokan antara Jerman dan Belanda sudah tak asing lagi di lapangan hijau. Duel di Volksparkstadion nanti bakal menjadi pertemuan keempat antara Jerman dan Belanda sejak Oktober 2018. Kedua negara yang kuat akan tradisi sepak bola tersebut juga sempat berjumpa di ajang UEFA Nations League 2018/2019 lalu.

Menjamu Belanda, Jerman tentu saja membidik kemenangan. Die Mannschaft bertekad mengudeta Irlandia Utara di puncak klasemen sementara Grup C. Jerman berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup C. Jerman mengantongi sembilan poin dari tiga pertandingan.

Di posisi pertama, ada Irlandia Utara yang mengemas 12 angka dari empat laga. Belanda berada di tangga ketiga. Dalam dua partai, pasukan Negeri Kincir Angin baru mengumpulkan tiga poin. Alhasil, kemenangan di Hamburg menjadi harga mati.

Semangat juang tinggi menyelimuti kubu tuan rumah. Hal ini mengingat Jerman ingin mengukir momen kebangkitan setelah gagal total di UEFA Nations League 2018/2019 dan Piala Dunia 2018 di Rusia lalu. Perlahan tapi pasti, Der Panzer menemukan kembali jati dirinya.

Manuel Neuer dan rekan-rekan mulai menunjukkan taji sebagai tim kelas wahid. Terbukti dalam tiga laga kualifikasi, pemilik empat gelar Piala Dunia itu memiliki catatan 100 persen kemenangan. Salah satunya ketika menundukkan Belanda di Amsterdam pada Maret 2019 lalu.

"Penggemar di seluruh dunia juga menantikan duel ini. Menyenangkan bermain di rumah sendiri, dengan tiket terjual habis. Kami mencoba memenangkan pertandingan, menunjukkan cara bermain yang bagus, dan menerapkan instruksi pelatih," kata gelandang serang Jerman, Marco Reus, dikutip dari laman resmi DFB, Kamis (5/9).

Menurut Reus, suasana di kamar ganti Der Panzer sedang bagus-bagusnya. Ada campuran antara pemain muda dan senior. Muka-muka muda Jerman, seperti Kai Havertz, Serge Gnabry, dan Timo Werner. Selain Reus, yang sudah masuk kategori senior di skuat Jerman adalah Toni Kroos.

photo
Penyerang Jerman Serge Gnabry (kedua kiri) menjebol gawang Belanda.


Dari semua pemain belakang Jerman yang dipanggil pelatih Joachim Loew, hanya Matthias Ginter dan Niklas Sule yang caps-nya sudah sampai dua digit. Tak ada nama Antonio Rudiger atau Mats Hummels yang kaya jam terbang.

Alhasil, lini belakang Jerman kali ini menjadi sorotan. Lini belakang Der Panzer dinilai kurang berpengalaman. Kondisi ini diprediksi bisa dimanfaatkan oleh sang rival, Belanda. Jerman belum bisa menurunkan skuat terbaiknya di Hamburg. Apalagi, salah satu andalan di lini serang, Leroy Sane, sedang cedera.

Sebagai pelatih, Loew memercayai kemampuan semua anak asuhnya. Pada intinya, motivasi, menurut Loew, menjadi hal terpenting. Termasuk ketika melawan tim sekelas Belanda. "Kami harus fokus, berambisi meninggalkan lapangan sebagai pemenang. Sejauh ini kami berhasil. Jika terus seperti itu, cepat atau lambat kami akan mengamankan tiket Piala Eropa 2020," kata juru taktik berusia 59 tahun itu.

Loew mengakui kualitas De Oranje. Menurut dia, Belanda lawan terkuat di Grup C karena berisikan pemain mumpuni dan skill individu yang luar biasa.

Di kubu tim tamu, pelatih Belanda, Ronald Koeman menolak anggapan laga di Hamburg adalah laga hidup mati. "Ini bukan pertandingan kunci," ujarnya.

Artinya, jika Belanda akhirnya kalah, peluang lolos ke Piala Eropa 2020 masih terbuka. Sebab, Virgil van Dijk cs masih menghadapi Belarus, Estonia, dan Irlandia Utara. Ada lima pertandingan tersisa seusai duel kontra Jerman. Setidaknya Belanda harus mengumpulkan 12 poin lagi jika ingin melenggang ke kompetisi terelite Benua Biru.

Belanda baru memainkan dua pertandingan, dengan sekali menang dan sekali kalah. Kemenangan mereka raih saat menjamu Belarusia pada pertandingan pertama, 21 Maret 2019 lalu, dengan skor 4-0 lewat sepasang gol Memphis Depay serta gol-gol Gerginio Wijnaldum dan Virgil van Dijk.

Setelah itu, Belanda kalah 2-3 di Amsterdam, di mana lawannya tak lain dan tak bukan adalah Jerman. Dua gol Belanda dicetak oleh Matthijs de Ligt dan Memphis Depay. Tiga gol Jerman dicetak oleh Leroy Sane, Serge Gnabry, dan Nico Schulz.

Memiliki pemain sekelas Van Dijk, De Ligt, dan Frenkie De Jong yang sedang bersinar, Belanda diyakini bakal menjadi lawan tangguh Jerman. Apalagi, Van Dijk sudah diakui sebagai pemain terbaik Eropa versi Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) baru-baru ini. Ia juga masuk nominasi pemain terbaik dunia versi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). n frederikus bata, ed: citra listya rini

photo
Pelatih Belanda Ronald Koeman (kanan) memeluk pelatih Jerman Joachim Loew.


Head-to-Head
Pertemuan: 43
Jerman menang: 16
Gol Jerman: 82
Imbang: 16

Belanda menang: 11
Gol Belanda: 71
Imbang: 16

Pertemuan Terakhir

25-03-2019 Belanda 2-3 Jerman (Kualifikasi Piala Eropa)
20-11-2018 Jerman 2-2 Belanda (UEFA Nations League)
14-10-2018 Belanda 3-0 Jerman (UEFA Nations Lague)
15-11-2012 Belanda 0-0 Jerman (Laga Persahabatan)
14-06-2012 Belanda 1-2 Jerman (Piala Eropa).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA