Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Australia dan Ceska Memburu Sejarah di Piala Dunia FIBA

Rabu 11 Sep 2019 11:06 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Pemain tim basket Australia Patty Mills (kiri) berebut bola dengan pemain Amerika Serikat Donovan Mitchell.

Pemain tim basket Australia Patty Mills (kiri) berebut bola dengan pemain Amerika Serikat Donovan Mitchell.

Foto: EPA-EFE/SCOTT BARBOUR
Pemenang akan mencetak sejarah lolos ke semifinal untuk kali pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarah akan tercipta pada laga perempat final Piala Dunia FIBA 2019 saat Australia bersua Republik Ceska di Shanghai, Rabu (11/9). Siapa pun yang akan menjadi pemenang akan mencetak sejarah lolos ke semifinal untuk kali pertama.

Australia yang tampil di Piala Dunia ke-12 mereka berada dalam treknya dengan lolos ke perempat final untuk kali pertama sejak 1994. Didukung oleh pemain yang berpengalaman di NBA, yakni Joe Ingles, Andrew Bogut, Patty Mills, Aron Baynes, dan Matthew Dellavedova, Australia satu langkah lagi menuju pencapaian terbaik mereka. Sebelumnya, Boomers, julukan Australia, menempati posisi lima pada 1982 dan 1994.

Republik Ceska membuat debut mereka di kejuaraan dunia, tetapi mereka tidak ingin impian mereka berakhir sekarang. Sebab, dua kemenangan lagi akan mengantarkan mereka ke partai puncak untuk memeperebutkan podium tertinggi. Ceska telah memainkan bola basket yang menyenangkan sejak hari pertama, tetapi mereka juga satu-satunya dengan catatan kemenangan 3-2 di antara tim delapan besar.

Boomers tampil sempurna sejauh ini, menang 3-0 pada fase grup pertama, kemudian 2-0 pada fase grup kedua. Australia memiliki nilai tambah karena mereka melalui grup sulit dengan Prancis dan Republik Dominika. Australia telah melakukannya dengan penuh gaya. 

Sementara Ceska adalah paket kejutan di Shanghai. Banyak orang melihat mereka akan terjebak pada babak pertama, karena berada satu grup dengan Turki dan Amerika Serikat, terutama setelah AS dipaksa bekerja lembur melawan Turki. Tapi, Ceska punya ide lain, mengirim Turki ke babak klasifikasi 17-32, kemudian mengakhiri impian Piala Dunia Brasil dan Yunani di babak kedua. 

Entah dari mana, Ceska adalah merupakan kisah Cinderella di di China dengan mengandalkan Tomas Satoransky serta begitu banyak bantuan dari Ondrej Balvin, Blake Schilb, Vojtech Hruban, Jaromir Bohacik dan yang lainnya.

Tomas Satoransky  akan berjibaku melawan Joe Ingles di perempat final nanti. Keduanya bermain-main dengan triple-double Piala Dunia Basket FIBA ​​pertama, dan jangan heran jika keduanya benar-benar berhadapan.

Satoransky adalah otak Ceska, dengan 15,2 poin, 7,4 assist dan 6,0 rebound per game sejauh ini. Sedangkan Ingles memberikan 11,4 poin, 6,2 assist, dan 5,8 rebound, tetapi rata-rata 32,1 menit per pertandingan. 

Andrej Lemanis, pelatih kepala Australia ditanya tentang perubahan pandangan untuk timnya yang biasanya dianggap sebagai underdog dalam game seperti ini, tetapi sekarang tidak lagi. Sekarang mereka mendapat tekanan dari harapan, sedangkan Ceska benar-benar santai. 

"Ketika kami berkorban untuk satu sama lain seperti itu, itu hal yang hebat bagi kami. Tidak ada tim lain yang lebih saya suka bersama mereka untuk bertarung daripada teman-temab saya ini," ujar Aron Baynes, Australia

Lemanis mengakui Ceska tim basket yang sangat baik. Bukan kebetulan Ceska berada di perempat final.

"Mereka negara bola basket Eropa yang tangguh. Ini perempat final Piala Dunia, jika kami tidak bisa bangkit untuk itu, maka kami tidak pantas menang. Tapi saya benar-benar yakin kami akan melakukannya," kata Lemanis.

"Kami belum pernah bermain melawan Australia, ini pertama kalinya kami di sini di Piala Dunia, adi kami ingin bermain melawan mereka karena mereka adalah tim yang tidak pernah kami hadapi di Kejuaraan Eropa FIBA," kata pemain Ceska, Vojtech Hruban. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA