Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Gubernur Jateng Siap Pasang Badan Bela PB Djarum

Rabu 11 Sep 2019 15:34 WIB

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Endro Yuwanto

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Foto: Republika/Bowo Pribadi
PB Djarum sudah melakukan pembinaan sejak 1969 dan melahirkan banyak juara dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyatakan, peran swasta dalam program pembinaan atlet sangat penting. Di tengah keterbatasan kemampuan pemerintah, kehadiran swasta yang peduli dengan pembinaan olahraga, terbukti sangat membantu.

Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan nasib pembinaan atlet bulu tangkis setelah PB Djarum bakal menghentikan program penjaringan bakat melalui audisi bulu tangkis. "Diakui atau tidak, prestasi olahraga Indonesia saat ini masih jelek. Maka saya minta PB Djarum untuk melanjutkan program penjaringan bakat tersebut," ujar Ganjar di Semarang, Selasa (10/9) malam.

Gubernur Jateng ini juga mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan pengurus PB Djarum terkait keputusan penghentian program penjaringan bakat menyusul tudingan eksploitasi anak oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Prinsipnya, orang nomor satu di Jawa Tengah ini tidak ingin jika program yang sudah melahirkan atlet berprestasi di berbagai ajang maupun turnamen bulu tangkis internasional tersebut harus dihentikan.

Menurut Ganjar, PB Djarum harus melanjutkan pembinaan dan program penjaringan bakat bulu tangkis melalui audisi atlet berbakat dari tanah air. Bahkan gubernur juga siap 'pasang badan' soal ini.

Ini karena PB Djarum sudah melakukan pembinaan sejak tahun 1969 dan telah melahirkan banyak juara dunia serta nama-nama besar yang menjadi legenda bu lutangkis nasional. "Bayangkan, usia saya saja saat itu baru setahun mereka sudah konsen dalam pembinaan dan melahirkan atlet bulu tangkis berprestasi, kok tiba-tiba saja sekarang disalahkan," tegas gubernur.

Dari informasi yang diterima Ganjar, PB Djarum secara manajemen berbeda dengan PT Djarum Kudus yang memproduksi rokok. PB Djarum hanya mengurus pembinaan atlet berbakat di cabang olahraga bulu tangkis.

Jika proses pembinaan yang dilakukan oleh PB Djarum dianggap KPAI telah mengeksploitasi anak, maka menurut gubernur itu merupakan 'tuduhan' yang aneh. Ia pun meminta program audisi bulu tangkis oleh PB Djarum jangan dihentikan dan harus tetap dilanjutkan. "Silakan dilanjutkan, Gubernur Jawa Tengah akan bertanggung jawab penuh jika masih dipersoalkan," jelasnya.

PB Djarum telah memutuskan untuk menghentikan program audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis di berbagai daerah di tanah air pada tahun depan, menyusul tudingan eksploitasi anak oleh KPAI. Hal ini membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo prihatin hingga berkeinginan agar PB Djarum tetap meneruskan program audisi bulu tangkis tersebut.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA