Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Suporter Minta PSSI Evaluasi Kinerja Simon McMenemy

Kamis 12 Sep 2019 03:03 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Suporter timnas Indonesia saat pertandingan melawan Thailand dalam Kualifikasi babak kedua Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Suporter timnas Indonesia saat pertandingan melawan Thailand dalam Kualifikasi babak kedua Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Para penggawa Garuda mudah down jika sudah kebobolan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Indonesia berhak kecewa dengan dua kekalahan laga kandang tim nasional (timnas) Indonesia pada ajang kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022 zona Asia. Pada putaran pertama tim asuhan Simon McMenemy takluk 2-3 dari Malaysia, lebih parah lagi di putaran kedua timnas Indonesia digulung 0-3 oleh Thailand.

Salah satu founder suporter setia timnas Indonesia, La Grande Indonesia (LGI), Benediktus Arden menyatakan tidak tepat jika menganggap bahwa ekspektasi masyarakat terlalu berlebihan kepada timnas Indonesia. Ia mengungkapkan, sejak awal para suporter tidak bermimpi terlalu jauh, hanya saja kekalahan pada dua laga perdana timnas Indonesia, terlebih saat bermain di kandang, itu sangat mengecewakan.

Menurut Arden Malaysia dan Thailand adalah lawan-lawan yang masih satu level dengan Indonesia khususnya di Asia Tenggara. "Kalau dilihat dari sejarahnya, seharusnya dua tim ini masih memungkinkan untuk kita kalahkan," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (11/9).

Arden menambahkan, lolos atau tidaknya timnas Indonesia ke Piala Dunia 2022 adalah urusan belakang. Terpenting, kata dia, skuat Garuda bisa mengalahkan rival-rivalnya yang dalam sejarah persepakbolaan Indonesia pun masih dapat dikalahkan.

Bagi Arden, tidak tepat jika beralasan pemain-pemain lawan memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak dibandingkan pemain Indonesia. "Terlepas dari kualifikasi Piala Dunia, dua lawan yang kemarin dihadapi Indonesia itu seharusnya bisa dikalahkan, apalagi kita bermain di kandang," kata dia.

Arden justru mempertanyakan strategi yang diberikan oleh pelatih. Menurutnya, para penggawa Garuda mudah down jika sudah kebobolan.

Pada babak pertama melawan Thailand, Arden menilai permainan masih seimbang bahkan Indonesia dapat menciptakan banyak peluang. Namun, setelah kebobolan di babak kedua, lanjut dia, pemain seperti tampil tanpa pelatih. "Entah apa yang dilakukan pelatih untuk menjaga semangat pemain," ujar dia.

Selain itu, Arden juga mengkritisi jadwal kompetisi yang masih berantakan. Namun, hal itu tidak begitu saja menjadi alasan yang bisa digunakan oleh tim pelatih.
Pasalnya, hal serupa juga dialami oleh pelatih-pelatih sebelumnya seperti Luis Milla dan Alfred Riedl.

Baca Juga

Secara pribadi, Arden berharap agar PSSI segera melakukan evaluasi kepada timnas Indonesia. Dia menuntut agar PSSI melakukan perombakan total di tubuh timnas saat ini. "Kalau saya pribadi Simon wajib out," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA