Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Soal Desakan Simon McMenemy Dicopot, Ini Kata Dirut PT LIB

Rabu 11 Sep 2019 23:16 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Bayu Hermawan

Suporter timnas Indonesia saat pertandingan melawan Thailand dalam Kualifikasi babak kedua Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Suporter timnas Indonesia saat pertandingan melawan Thailand dalam Kualifikasi babak kedua Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Dirut PT LIB memahami kekecewaaan masyarakat terhadap Timnas Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT. Liga Indonesia Baru, Dirk Soplanit turut merasakan kekecawaan yang sama seperti seluruh masyarakat Indonesia atas kekalahan tim nasional (Timnas) Indonesia pada dua laga kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022 zona Asia. Dirk menilai permainan timnas Indonesia mengecewakan.

Baca Juga

Pertama, Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia dan 0-3 dari Thailand. Terlebih, kata dia, itu merupakan laga kandang yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), di saksikan langsung oleh puluhan ribu masyarakat Indonesia. "Saya kira kita punya kualitas yang tidak berbeda jauh dengan dua lawan tersebut," kata Dirk kepada Republika.co.id, Rabu (11/9).

Dia tidak mengelak banyak pihak yang meminta agar pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy diganti. Sebagai bagian dari Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), Dirk mengaku akan mempertimbangkan hal itu. Sebab, kata dia, bukan hanya masyarakat secara umum yang meminta hal tersebut, bahkan para pengamat di bidang sepak bola pun mengungkapkan hal serupa.

"Kalau untuk mencari pelatih yang memiliki kemampuan yang lebih baik dari Simon, tentu kita akan segera mengambil langkah untuk itu," ujarnya.

Dirk mengaku kecewa melihat Timnas Indonesia kebobolan enam gol saat bermain di hadapan suporter sendiri. Padahal, saat kalah tanpa balas lawan Thailand, Dirk menilai di babak pertama para pemain bisa tampil jauh lebih baik. "Seolah-olah pemain kita ini tidak dalam satu instruksi yang jelas, mereka tidak tahu mau bikin apa, menurut pengamatan saya tidak ada perhatian untuk segera mengambil langkah," ujar dia.

Dirk mengklaim PSSI akan berusaha memenuhi harapan masyarakat. Namun tentu, kata dia, untuk sampai ke tahap lolos ke Piala Dunia adalah ekspektasi yang masih jauh. Kendati demikian, Dirk menilai setidaknya Timnas Indonesia bisa menunjukkan kualitasnya pada pra Piala Dunia. "Kita tidak mau menjadi bulan-bulanan dari tim yang mempunyai kualitas di atas kita ketika main di luar (tandang)," kata Dirk.

"Di jajaran Exco ada direktur teknik, nanti kita tunggu masukan dari mereka," lanjut dia.

Mengenai kritik terhadap PSSI atas pengaturan jadwal kompetisi yang masih berantakan, Dirk mengatakan setiap orang bebas beropini. Dia beralasan, berantakannya jadwal kompetisi tahun ini disebabkan oleh agenda nasional seperti Pemilihan Umum dan izin yang tidak diberikan oleh pihak keamanan untuk laga-laga tertentu. Namun, dia menilai, hal serupa yang juga dialami oleh pelatih di masa Alfred Riedl. Kendati demikian, Timnas Indonesia di tangan Alfred Riedl masih bisa membawa tim tampil lebih baik, Timnas Indonesia saat itu bisa lolos hingga ke final Piala AFF.

"Kalau bisa diatur dengan baik, kita tidak sampai seperti ini, kita lihat permainan timnya sangat mengecewakan," jelas Dirk.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA