Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Ini Para Pelatih yang Jadi Korban Liga 1 2019

Jumat 13 Sep 2019 04:04 WIB

Red: Endro Yuwanto

Dejan Antonic

Dejan Antonic

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Hingga saat ini, ada 10 pelatih yang harus hengkang dari kursi jabatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia, Liga 1 musim 2019 sudah bergulir setengah musim. Banyak dinamika yang terjadi selama perjalanannya.

Selain persaingan untuk memperebutkan posisi papan atas klasemen, dinamika bongkar pemain juga terus terjadi selama masa transfer berlangsung. Namun, ada satu posisi yang lebih panas, yaitu kursi pelatih.

Betapa tidak, berdasarkan pencatatan yang dilakukan media, hingga saat ini ada 10 pelatih yang harus hengkang dari kursi jabatannya. Prestasi menjadi tolok ukur untuk mengganti sang juru taktik pada sebuah klub.

Adalah Dejan Antonic yang menjadi pelatih kesepuluh yang harus hengkang dari Madura United. Pada klasemen sementara, tim yang berjuluk Sape Kerrap itu sebenarnya cukup bagus karena berada di papan atas, namun kekalahan beruntun memaksa pelatih asal Serbia itu undur diri.

Diputusnya hubungan pelatih dengan klub dimulai oleh Persija Jakarta. Ivan Kolev harus terdepak karena hasil buruk tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu. Akhirnya manajemen menunjuk pelatih asal Spanyol Julio Banuelos. Meski terjadi pergantian pelatih, Persija masih terpuruk di zona degradasi.

Hasil terbaru tim asal Ibu Kota itu adalah menyerah dari tuan rumah Persipura Jayapura pada laga tunda pekan ke-11 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur, Rabu (11/9) dengan skor 0-2. Dengan hasil ini, Persija baru mengemas 14 poin dari 15 pertandingan dan berada di posisi 17 klasemen sementara. Kursi panas jelas mengancam Julio Banuelos.

Berikutnya adalah Aji Santoso yang harus terdepak dari Persela Lamongan setelah gagal membawa tim yang berjuluk Laskar Joko Tingkir itu bangkit. Beruntung pelatih asal Malang itu langsung mendapatkan pekerjaan baru yaitu menukangi klub Liga 2, PSIM Yogyakarta.

Syafianto Rusli mengikuti jejak Aji Santoso setelah terdepak di Semen Padang. Posisinya digantikan oleh Weliansyah. Pergantian pelatih itu terbukti belum mujarab karena tim asal Ranah Minang itu harus puas berada di dasar klasemen kompetisi Liga 1 hingga paruh musim. Posisi pelatih bisa saja menjadi pantauan manajemen Kabau Sirah itu.

Luciano Leandro yang diharapkan mampu membuat penyegaran Persipura ternyata kurang memenuhi target. Akhirnya pelatih asal Brasil itu terdepak. Tim Mutiara Hitam itu bahkan mengarungi liga tanpa pelatih kepala dalam beberapa pertandingan sebelum akhirnya mendapatkan pelatih baru.

Adalah Jacksen F Tiago. Pria asal Brasil itu bukan orang baru bagi Persipura. Setelah terdepak dari Barito Putera, mantan pemain dan pelatih Persebaya itu kembali bergabung dan membuat tim Mutiara Hitam ini kembali disegani di kancah persepakbolaan nasional.

Pengalaman Jan Saragih dalam menukangi Persija muda ternyata belum bisa mendongkrak Perseru Badak Lampung FC. Posisinya tergeser oleh mantan pelatih Arema FC Milan Petrovic. Berkat polesan tangan dingin pelatih asal Slovenia itu prestasi tim yang berjuluk Laskar Saburai itu meningkat.

Begitu juga dengan Jafri Sastra di PSIS Semarang. Pelatih asal Sumatra Barat itu juga tidak lama menukangi tim yang berjuluk Mahesa Jenar itu karena terus mengalami kekalahan. Posisinya sekarang digantikan Bambang Nurdiansyah.

Persebaya juga melakukan hal yang sama. Djadjang Nurdjaman dinilai kurang maksimal sehingga tim Bajul Ijo itu kurang berkembang sehingga harus terdepak. Posisinya saat ini digantikan oleh Alfred Riedl, meski hingga saat ini belum memimpin langsung tim kebanggaan masyarakat Surabaya itu.

Djadjang cukup beruntung karena jasanya langsung digunakan oleh Barito Putera yang sebelumnya mendepak Jacksen F Tiago. Dalam masa transisi, Laskar Antasari itu dipimpin oleh pelatih Yunan Helmi.

Juara Liga Indonesia 2017, Bhayangkara FC, juga tidak ketinggalan merombak pelatih. Alfredo Vera yang dinilai gagal membawa tim masuk lima besar pada setengah musim kompetisi harus tersingkir. Tim yang dimiliki oleh Kepolisian Republik Indonesia itu akhirnya menunjuk mantan pelatih timnas Vanuatu, Paul Munster.

Dejan Antonic menjadi pelatih terbaru yang harus tersingkir, meski Madura United masuh tampil cukup bagus. Adalah Rasiman yang ditetapkan sebagai pengganti atau diangkat posisinya dari yang sebelumnya menjadi asisten pelatih tim Sape Kerrap itu.

Meski sudah ada sepuluh pelatih yang diganti, peluang terjadi perombakan pelatih cukup tinggi. Bisa aja pelatih Persija saat ini, Semen Padang, atau pelatih dari tim yang dinilai kurang berkembang. Apalagi, persaingan pada paruh kedua musim ini diprediksi bakal lebih ketat.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA