Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Para Petarung Dunia Semarakkan ONE Championship di Jakarta

Kamis 12 Sep 2019 21:43 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

ONE: Dawn Of Valor.

ONE: Dawn Of Valor.

Foto: Dok. One
ONE: Dawn Of Valor rencananya akan berlangsung di Istora Senayan pada Jumat (25/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ONE Championship (ONE) mengumumkan akan kembalinya gelaran di Jakarta dengan tajuk ONE: DAWN OF VALOR yang rencananya akan berlangsung di Istora Senayan pada Jumat (25/10) 2019. ONE: DAWN OF VALOR akan menampilkan para petarung terbaik dalam seni bela diri kelas dunia.

Dalam laga utama, Juara Dunia ONE Welterweight Zebaztian "The Bandit" Kadestam dari Swedia akan mempertahankan gelar dunianya melawan Kiamrian Abbasov dari Kyrgyzstan.

Dalam laga tambahan utama, Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing Regian "The Immortal" Eersel dari Belanda akan berusaha mempertahankan gelar dunianya melawan rekan senegaranya Nieky "The Natural" Holzken dalam pertarungan ulang yang telah dinanti.

Kadestam mulai latihan Muay Thai ketika berusia 12 tahun, hingga kemudian memulai karier profesionalnya yang sukses dalam olahraga ini. Selanjutnya, ia menjelajahi disiplin bela diri lainnya, ketika ia berlatih di Gym Pancrase di Stockholm, dan juga melakukan perjalanan ke Thailand dan Filipina untuk mempertajam kemampuannya di bawah seniman bela diri terkenal Ole Laursen.

“The Bandit” bergabung dengan ONE Championship pada Mei 2017 dan merebut gelar juara dunia kelas welter pada November 2018. Saat ini Kadestam kembali ke tempat yang sama dimana ia memperoleh kemenangan untuk mempertahankan gelar kedua kalinya.

Abbasov, Juara kelas welter GP pilihan utama dibesarkan oleh seorang ibu tunggal di kampung halamannya di Bishkek, ibu kota Kyrgyzstan. Di sana,ia memulai perjalanan seni bela diri dengan gulat Yunani-Romawi, dan kemudian menambahkan tinju ke dalam persenjataan bela dirinya.

"Di awal kariernya, ia memenangkan dua kejuaraan turnamen, termasuk turnamen satu malam pada Desember 2016, dimana ia mengalahkan tiga petarung berbeda dalam satu malam. Saat ini, ia adalah salah satu atlet seni bela diri terkemuka di Kyrgyzstan. Dalam perjalanan terbarunya, Abbasov merusak debut promosi Yushin Okami, mengalahkan lawan Jepang-nya dengan KO. Sekarang dia menantang Kadestam untuk Gelar Juara Dunia ONE Welterweight," tulis keterangan resmi ONE yang diterima Republika, Kamis (12/9).

Dalam laga utama tambahan, Eersel akan mempertahankan ONE Lightweight Kickboxing World Championship melawan Holzken dalam pertandingan ulang antara sesama superstar kickboxing Belanda. Eersel mewakili kamp Sityodtong Amsterdam Muay Thai yang terkenal. Dia telah menunjukkan kemampuan dirinya sebagai Juara Dunia Lion Fight Super Middleweight dan juara Dunia MFC Kickboxing.

Dia pertama kali memulai perjalanan seni bela dirinya dengan berlatih taekwondo pada usia delapan tahun. Setelah mengalami kesuksesan dalam kompetisi taekwondo serta kickboxing amatir, Eersel memutuskan untuk menjadi profesional, dan sejak itu menorehkan rekor kesuksesan yang luar biasa.

Mei lalu, Eersel menorehkan kemampuan spektakuler dengan menggulingkan Holzken melalui pertarungan lima ronde untuk kemudian merebut gelar kickboxing. Sekarang dia terlihat berhasil mempertahankannya untuk pertama kalinya melawan Holzken dalam pertarungan ulang.

Holzken adalah Juara Dunia kickboxing beberapa kali yang mulai bertinju pada usia 10, kemudian mengembangkan keterampilannya untuk menambahkan kickboxing dan Muay Thai ke dalam portofolionya. Dia berkompetisi secara rutin dalam ketiga disiplin ilmu, mengumpulkan lebih dari 100 kemenangan gabungan dalam perjalanannya di kejuaraan Belanda dan Eropa, serta beberapa Gelar Dunia.

"Striker sensasional, gaya menghibur Holzken telah membuat ia mencetak hampir 50 KO dalam kickboxing dan 11 tahun di ring tinju. Ketika dia menantang Eersel di Jakarta, dia akan berusaha untuk menambahkan satu lagi gelar dunia ke resume yang sudah memesona," lanjut keterangan tersebut.

Seniman bela diri asal Indonesia juga akan tampil di ONE: Dawn Of Valor dengan bintang-bintang terbesar di negara ini. Pegulat freestyle Indonesia Eko Roni Saputra akan kembali ke panggung ONE Championship dan mencari kemenangan pertamanya sebagai seniman bela diri campuran profesional. Dia akan menantang Kaji “Alpha” Ebin asal Filipina.

Bintang seni bela diri wanita papan atas Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol mengincar kemenangan kedua secara beruntun saat ia dijadwalkan menghadapi Bozhena Antoniyar dari Myanmar.   Dalam pertarungan sesama Indonesia, Rudy "The Golden Boy" Agustian dan Abro Fernandes akan saling berhadapan, Egi Rozten akan menghadapi Elipitua Siregar, dan Adi Paryanto menantang Angelo "The Unicorn" Bimoadji.

 

"Terakhir, dalam pertandingan yang pasti akan menjadi favorit penonton, petarung kelas atas Indonesia Adrian "The Papua Badboy" Mattheis dan Stefer "The Lion" Rahardian akan bertarung dalam tiga ronde klasik antara sesama finishers yang menarik," lanjut keterangn tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA