Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Ronaldo Masih Merasa Dipermalukan Atas Tuduhan Pemerkosaan

Selasa 17 Sep 2019 12:17 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

Foto: EPA-EFE
Ronaldo selalu berusaha menjauhkan acara televisi yang memberitakan kasus itu.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, merasa dipermalukan atas tuduhan pelecehan seksual yang menimpanya beberapa waktu lalu. Itu setelah wanita asal Amerika Serikat (AS), Kathryn Mayorga kembali melaporkan Ronaldo atas tuduhan pemerkosaan.

Polisi Las Vegas, Amerika Serikat (AS) membuka kembali penyelidikan kriminal Oktober lalu atas permintaan Mayorga. Ia menuduh Ronaldo melakukan pelecehan seksual pada 2009. Namun polisi mengonfirmasi pada Juni bahwa Ronaldo tidak akan menghadapi tuntutan pidana.

Pihak berwajib mencocokkan sampel DNA Ronaldo dengan bukti dari dugaan pemerkosaan 2009 di sebuah hotel di Las Vegas, tetapi para detektif berjuang dengan pengacara yang tidak kooperatif untuk Mayorga sebelum jaksa menolak mengajukan tuntutan pidana. Meski sudah dinyatakan tak bersalah, Ronaldo merasa harga dirinya sudah dirusak atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Mereka bermain dengan martabat Anda. Itu tentu sangat sulit. Karena saya memiliki anak. Ketika mereka bermain dengan kejujuran, itu sangatlah buruk," kata Ronaldo kepada 'Good Morning Britain' dalam sebuah wawancara disadur ESPN, Selasa (17/9).

Lebih lanjut Ronaldo menyatakan, dirinya selalu berusaha menjauhkan acara televisi yang memberitakan tentang kasus tersebut di depan sang anak. "Ketika saya tengah menonton televisi dan anak saya datang saya langsung mengganti saluran televisi. Saya merasa dipermalukan," sambung pesepak bola 33 tahun.

Sebelumnya, jaksa mengatakan penyelidikan awal pada 2009 ditutup setelah pihak kepolisian dihalangi oleh bukti yang hilang dan kurangnya kerja sama dari Mayorga. Wanita berusia 35 tahun itu meminta polisi untuk membuka kembali kasus itu pada Agustus 2018.

Polisi juga tidak dapat mengautentikasi dokumen yang bocor tentang kasus yang telah dipublikasikan di media Eropa. Polisi juga berjuang untuk mendapatkan kerja sama dari polisi Inggris terkait tuduhan pemerkosaan 2005 terhadap Ronaldo.

Di sisi lain, selama wawancara tersebut, pemain internasional Portugal menitikan air mata ketika mengingat ayahnya, Jose Dinis Aveiro, yang meninggal karena sirosis pada 2005 di usia 52 tahun. Dia teringat hubungan yang dingin antara sang anak dan ayah.

Baca Juga

"Tapi saya benar-benar tidak mengenal ayah saya 100 persen," kenang Ronaldo. "Dia sering mabuk. Saya tidak pernah berbicara dengannya, seperti percakapan normal. Itu sulit."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA