Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Harry Kane Kecewa dan Heran Hasil Laga Tottenham

Jumat 20 Sep 2019 03:35 WIB

Red: Israr Itah

Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, melepaskan tendangan penalti saat menghadapi tuan rumah Olympiakos di laga pembuka Grup B Liga Champions di Stadion Georgios Karaiskaki, Piraeus, Yunani, pada Rabu (18/9) waktu setempat.

Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, melepaskan tendangan penalti saat menghadapi tuan rumah Olympiakos di laga pembuka Grup B Liga Champions di Stadion Georgios Karaiskaki, Piraeus, Yunani, pada Rabu (18/9) waktu setempat.

Foto: EPA-EFE/Yannis Kolesidis
Tottenham sempat unggul dua gol lebih dulu dari Olympiakos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecewa bercampur heran, itulah yang dirasakan Harry Kane setelah Tottenham Hotspur ditahan imbang 2-2 oleh Olympiakos dalam laga pembuka grup Liga Champions pekan ini. Padahal, Tottenham sempat unggul dua gol lebih dulu dari Olympiakos.

Baca Juga

Harry Kane menyebut bahwa ada sesuatu yang kurang beres dalam skuat Tottenham, lantaran mereka justru melakukan kesalahan yang berulang sebagaimana hal yang sama pada awal musim kompetisi. Boleh dibilang, skuat asuhan Mauricio Pochettino membuang keunggulan dua gol dari Olympiakos.

Usia rata-rata pemain Spurs yakni 26,4 tahun. Artinya, faktor usia pemain bukan satu-satunya kelemahan dalam tim. Pochettino lantas berkata, para pemain asuhannya tidak menjalankan taktik yang diracik agar diterapkan di lapangan.

"Sulit memahami (hasil) laga itu. Kami menyadari bahwa kami tidak muda lagi. Kami memiliki segudang pengalaman bertanding," kata Kane, penyerang Tottenham sebagaimana dikutip dari laman Evening Standard, Kamis (19/9).

Kane mengatakan, para pemain Tottenham berpengalaman melakoni laga berskala internasional dan membela klub. Ia merasa Pochettino tampak frustrasi, karena dia sudah berada di klub selama enam tahun, tetapi para pemainnya justru melakukan kesalahan yang sama.

"Untuk itu, kami bertekad mencari untuk menemukan solusinya. Saya tidak meragukan mentalitas personel tim. Kami mampu mencapai final Liga Champions setelah lolos di babak penyisihan grup. Kebobolan sebelum paruh waktu membunuh momentum kami," kata Kane.

Ia mengatakan, hal serupa juga terjadi saat kami melawan Arsenal. Ia mengaku tidak begitu yakin, bahwa hal itu terjadi demikian mudah. Menghadapi laga seperti Liga Champions, Kane mengatakan ia dan rekan-rekannya perlu bertanding dengan kesungguhan agar tidak mudah kebobolan.

"Kami sempat unggul 2-0. Pada babak pertama, pelatih mengatakan kami perlu lebih berhati-hati, dan kami melakukan apa yang dikatakannya. Unggul 2-0 lebih dulu di ajang Liga Champions, tentunya kami berharap memperoleh kemenangan. Jelas, hasil pertandingan yang membuat kami frustrasi," ujar dia.

Kane mengatakan, hasil laga mengecewakan ini membuat ia dan rekan-rekannya perlu lebih bekerja keras dan lebih fokus jelang melawan Bayern Muenchen pada laga selanjutnya. Sebab, Munechen lawan yang lebih tangguh dibandingkan Olympiakos.

Pochettino tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengatakan, sudah punya rencana permainan, namun para pemainnya tidak menjalankan rencana itu.

"Sungguh saya kecewa. Kami mampu unggul dua gol lebih dulu, tetapi hasilnya kami justru beroleh hasil imbang. Sungguh kinerja yang jauh dari apik," kata Pochettino.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA