Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Pelatih Persib Paham Kekecewaan Ezechiel

Jumat 20 Sep 2019 22:28 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Bayu Hermawan

Persib Bandung Ditahan Imbang Semen Padang FC. Penyerang Persib Bandung Ezechiel Ndouasel berusaha menendang bola dalam laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (18/9).

Persib Bandung Ditahan Imbang Semen Padang FC. Penyerang Persib Bandung Ezechiel Ndouasel berusaha menendang bola dalam laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (18/9).

Foto: Abdan Syakura
Suporter Persib Bandung bersikap tak ramah terhadap Ezechiel saat lawan Semen Padang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tekanan pada striker Persib Persib, Ezechiel Nduoassel semakin membesar. Kini tekanan berat tengah menghadapi usai Persib ditahan imbang Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (18/9).

Saat itu Ezechiel melepas peluang penalti karena tendangannya melambung jauh dari gawang Teja Paku Alam. Teriakkan "Eze out" pun menggema usai pertandingan.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts sempat berdiskusi dengan Ezechiel usai latihan ruti Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (20/9). Robert menyebut, Ezechiel kebingungan atas reaksi negatif masyarakat pada dia.

"Saya berbicara padanya untuk memastikan dia tidak terpengaruh dengan apapun yang terjadi di luar lapangan, karena kami semua tahu Ezechiel itu kuat dan bisa melupakan itu," kata Robert.

Pelatih asal Belanda ini paham kondisi kekecewaan supporter atas gagalnya penalti Ezechiel. Dia menyebut, jika saja Ezechiel berhasil mengeksekusi penalti pada malam itu, Ezechiel bisa menjadi pahlawan untuk kemenangan Persib.

"Tapi inilah sepak bola, saat dia melepaskan peluang, maka dia harus menerima konsekuensinya. Tapi dia adalah profesional. Jika dia mencetak gol dia bisa jadi pahlawan," kata Robert.

Sebenarnya, mantan pelatih PSM ini sering meminta pada pemain untuk tidak terganggu dengan situasi di luar lapangan. Namun bukan berarti pemainnya harus melepas tekanan karena tekanan tidak bisa dilepaskan dari sepak bola.

"Jadi pemain harus paham dengan reaksi supporter jika tidak bisa meraih poin penuh. Tapi supporter juga harus respek dan terus mendukung tim maupun individu pemain," katanya.

Robert juga memastikan ini menjadi kali pertama Ezechiel gagal penalti dalam laga kandang. Menurutnya, kegagalan itu bisa terjadi pada pemain dunia sekalipun. Untuk itu, Robert meminta pada Ezechiel unutk memiliki mental yang kuat.

"Ambil contoh dari pemain top di dunia, mereka tidak terpengaruh dengan kondisi seperti itu. Mereka bisa bangkit dan percaya diri untuk mengambil penalti lainnya," tutupnya.

Laga tersebut berakhir imbang 1-1 dari gol Ghozali Siregar dan Karl Max. Atas hasil tersebut, Persib kini berada di urutan 12 klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 21 poin.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA