Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Pelatih Cina: Indonesia Punya Timnas dengan Masa Depan Cerah

Senin 23 Sep 2019 00:30 WIB

Red: Andri Saubani

Pesepak bola Timnas Indonesia U-16 Marcell Januar Putra (kedua kanan) dan Kadek Arel Priyatna (kanan) melambaikan tangan pada pendukungnya usai melawan Timnas Cina U-16 pada laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Ahad (22/9/2019).

Pesepak bola Timnas Indonesia U-16 Marcell Januar Putra (kedua kanan) dan Kadek Arel Priyatna (kanan) melambaikan tangan pada pendukungnya usai melawan Timnas Cina U-16 pada laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Ahad (22/9/2019).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Laga kualifikasi Piala Asia U-16 antara Indonesia dan Cina berakhir imbang tanpa gol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih tim nasional U-16 China, Antonio Vicente memuji kualitas timnas U-16 Indonesia setelah kedua tim bermain imbang 0-0 dalam laga terakhir Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020, Ahad (22/9) malam. Laga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Indonesia tim yang kuat. Mereka melakukan pekerjaan bagus di setiap laga," ujar Antonio usai laga.

Pelatih asal Spanyol itu menyebut kualitas skuat Indonesia membuat anak-anak asuhnya sulit mencetak gol. Padahal, sebelum pertandingan itu, China sudah mencetak 28 gol dari tiga pertandingan.

"Kalau Indonesia terus bermain seperti itu, saya kira kalian memiliki timnas dengan masa depan yang cerah," kata Antonio.

China sendiri berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-16 2020, yang digelar di Bahrain usai seri 0-0 dengan Indonesia di laga terakhir Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020, Ahad (22/9) malam. China melaju ke Piala Asia U-16 2020 setelah menduduki peringkat satu Grup G dengan mengoleksi 10 poin, yang sejatinya sama dengan Indonesia, tetapi unggul selisih gol.

"Kami memiliki kualifikasi yang bagus. Pemain berlatih, bertanding dengan baik dan menikmati laga," tutur Antonio menanggapi pencapaian skuatnya.

Sementara, Indonesia masih memiliki kesempatan untuk lolos ke Piala Asia U-16 2020 sebagai salah satu dari empat peringkat kedua terbaik di kualifikasi. Indonesia harus menunggu seluruh laga kualifikasi selesai untuk mendapatkan kepastian apakah mampu melangkah ke putaran final atau tidak.

Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Bima Sakti menyesalkan beberapa peluang yang terbuang saat berhadapan kontra Cina pada laga pamungkas Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020, Ahad (23/9) malam. Laga berakhir imbang tanpa gol.

"Sekali lagi, penyelesaian akhir menjadi pembelajaran untuk kami," ujar Bimausai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Soal penyelesaian akhir selalu masuk bahan evaluasi timnas U-16 di seluruh laga yang dijalani di Grup G. Bima pun berjanji memperbaiki hal tersebut ke depan. Selain itu, kondisi fisik akan dibenahi.

Para pemain timnas U-16 Indonesia diharapkan dapat memiliki stamina prima sepanjang laga. Saat laga melawan Cina, hal ini menjadi salah satu kelemahan.

"Semuanya jadi pembelajaran untuk kami. Saya berterima kasih kepada para pemain dan masyarakat atas dukungannya," tutur Bima.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA