Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Kala La Viola Terpuruk

Senin 23 Sep 2019 17:36 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Vicenzo Montella

Vicenzo Montella

Foto: EPA/Maurizio Degl'innocenti
Fiorentina mulai meredup sejak tahun 2001 akibat masalah keuangan.

REPUBLIKA.CO.ID, PARMA -- Dua gol Atalanta dari Josep Ilicic dan Timothy Castagne pada menit akhir menjadikan Fiorentina mencatatkan sejarah terburuknya selama berkompetisi di Serie A Italia sejak 1938. Sempat unggul 2-0 melalui Federico Chiesa dan Frank Ribery, La Viola dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Atalanta di Stadion Ennio Tardini, Senin (23/9) dini hari WIB.

Fiorentina kini baru mengemas dua poin dari empat pertandingan di Serie A musim ini hasil dari dua kali imbang dan dua kali kalah. Kegagalan meraih poin penuh itu juga menjadikan La Viola tak pernah menang dalam 18 kali pertandingan terakhirnya di Liga Italia. Dasar klasemen adalah ganjaran dari hasil negatif itu.

Padahal Fiorentina bukan klub remeh-temeh dalam sejarah pentas sepak bola Italia. La Viola pernah berjaya dan disandingkan dengan tim papan atas lainnya seperti Juventus, AS Roma, Inter Milan, dan AC Milan. Fiorentina termasuk satu dari tujuh klub yang saling bersaing memperebutkan scudetto dari musim ke musim pada era 1990-an. Saat itu dikenal dengan istilah The Magnificent Seven.

Pada musim 1995-1996, Fiorentina meraih gelar Copa Italia. Setelah itu, Si Ungu selalu menjadi tim yang diperhitungkan memperebutkan gelar scudetto meski di akhir musim tak pernah berhasil menjadi yang terbaik.

Sejumlah pemain hebat juga pernah menjadi bagian dari klub dengan jersey ungu kebesarannya ini. Ada penyerang asal Argentina, Gabriel Batistuta, gelandang lincah Rui Costa dari Portugal, dan Francesco Toldo yang berposisi sebagai penjaga gawang. Bahkan di era tiga pemain ini yang mendapatkan julukan Three Musketerers, Fiorentina disebut berada pada masa kejayaannya.

Namun, Fiorentina mulai meredup sejak tahun 2001 akibat masalah keuangan. La Viola tak mampu membayar gaji pemain. Hingga saat ini, klub yang bermarkas di Artemio Franchi itu tak kunjung keluar dari masa kesuraman.

Pelatih Fiorentina Vincenzo Montella tak bisa tidur atas kegagalan meraih kemenangan pertamanya musim ini itu. Kendati demikian, ia mengklaim pemainnya sudah berjuang dengan baik selama laga berlangsung.

"Kami bermain melawan Napoli, Juventus, dan Atalanta, jadi tiga teratas dari musim lalu. Kami bermain sangat baik melawan mereka semua," kata Montella pada Sky Sport Italia, dilansir dari Footballitalia, Senin (23/9).

Menurut Montella, timnya pantas mendapatkan ganjaran yang lebih baik dari sekadar imbang apalagi kalah. Montella yang pernah membela AS Roma saat aktif sebagai pemain itu menyebut awal yang sulit bagi Fiorentina.

Memaksa Atalanta mencetak gol pada menit akhir dinilai sebagai tanda bahwa Fiorentina bermain baik. Namun, Montella menegaskan jalan yang dilalui timnya sekarang sudah berada pada jalur yang benar. Montella tak ingin melihat sisi buruk atas hasil imbang tersebut. “Saya harus melihat sisi positifnya karena tim ini solid untuk sebagian besar pertandingan,” jelasnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA