Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Fiorentina Kian Terpuruk, Montella Tetap Santai

Rabu 25 Sep 2019 11:40 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Bayu Hermawan

Pelatih Fiorentina, Vincenzo Montella

Pelatih Fiorentina, Vincenzo Montella

Foto: EPA-EFE/Claudio Giovannini
Montella mengaku tak terbebani dengan hasil buruk yang didapat Fiorentina

REPUBLIKA.CO.ID, FIRENZE -- Upaya petinggi klub untuk membangkitkan kembali masa kejayaan Fiorentina pada musim 2019/2020 sejauh ini masih belum menemui titik terang. Parahnya, La Viola justru terkapar di dasar klasemen.

Menanggapi hal tersebut pelatih Fiorentina Vincenzo Montella menegaskan, ia tidak merasa tertekan meski pun timnya tak pernah menang dalam 18 pertandingan terakhir. Catatan itu, sekaligus memecahkan rekor terburuk klub selama berkompetisi di Serie A sejak 1938.

"Tidak mengemas kemenangan dalam beberapa laga tak membebani saya, bahkan jika kita bisa mengambil lebih banyak poin, melihat daftar skuat kami," jelas Montella dikutip Football Italia, Rabu (25/9).

Dalam perjalanan musim ini klub asal utara Italia menelan dua kekalahan dengan dua hasil imbang. Terakhir, Frank Ribery dan kolega ditahan imbang 2-2 oleh Atalanta.

Kini tugas berat tengah dihadapi Montella dan pasukannya. Pelatih berusia 45 tahun bakal bentrok dengan dua mantan klub lamanya, yaitu menjamu Sampdoria, dan bertamu ke markas AC Milan pada akhir bulan mendatang.

"Tentu saya ingin mengamankan kemenangan, tetapi saya tak merasa tertekan oleh klub. Saya tidak melihat papan klasemen karena kami memiliki masalah pada hasil akhir dan bukan permainan. Jadi kita harus tetap tenang karena berada di jalan yang benar," sambung dia.

Seperti diketahui, the Tuscany pernah berja pada masa 1990-an. Mereka juga menjadi tim pengganggu dominasi klub-klub papan atas seperti Juventus, Milan, dan Inter, sayang setelah sukses menyabet gelar Coppa Italia musim 1995/1996 reputasi Si Ungun semakin meredup dan tidak lagi jadi perhitungan klub besar Negeri Pasta.

Situasi itu semakin diperparah pada medio 2000-an, akibat masalah keuangan tim yang bermarkas di Stadio Artemio Franchi dan membawa mereka bersaing di kasta Serie B.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA