Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

FIFA Jelaskan Alasan Salah Kehilangan Suara dari Mesir

Jumat 27 Sep 2019 07:15 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Mohamed Salah

Mohamed Salah

Foto: AP/Thanassis Stavrakis
Dua suara untuk Salah dinyatakan tidak sah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengungkap ada dua suara untuk Mohamed Salah yang hilang dalam penghitungan penghargaan Pemain Terbaik FIFA 2019. Padahal itu merupakan suara pasti yang memilih pemain Liverpool itu. 

Baca Juga

Setelah dipetakan dua suara yang tak dihitung tersebut adalah milik pelatih Mesir Shawky Gharib dan kapten Ahmed Elmohamady. FIFA kemudian menjelaskan, suara tersebut tidak dihitung karena tanda tangan menggunakan huruf kapital. 

"Tanda tangan di surat suara menggunakan huruf kapital dan dengan demikian tampaknya tidak valid," kata FIFA dilansir dari BBC, Jumat (27/9).

Selain itu, dikatakan bahwa formulir juga tidak terdapat tanda tangan wajib sekretaris EFA. 

Salah menempati posisi keempat pada pemungutan suara untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Jika ditambah dengan dua suara tidak sah tadi pun hanya mempengaruhi peringkat Salah. 

Pemain Barcelona Lionel Messi memenangkan penghargaan tersebut, mengungguli bintang Juventus Cristiano Ronaldo dan pemain belakang Liverpool Virgil Van Dijk.

Badan sepak bola dunia FIFA mengatakan pemilihan itu diawasi oleh pengamat independen PricewaterhouseCoopers (PwC) Swiss. FIFA mengatajan pihaknya telah menghubungi EFA dua kali pada 19 Agustus untuk menyerahkan formulir pemungutan suara yang ditandatangani dengan benar tetapi tidak menerima tanggapan hingga tiba waktunya untuk penghitungan suara. FIFA juga mengatakan FA Mesir telah mengalami beberapa perubahan struktural selama periode pemungutan suara dibuka.

Setelah upacara penghargaan, Salah telah menghapus Mesir dari profil Twitter-nya, yang sekarang berbunyi "Pesepakbola untuk Liverpool FC". Selain itu, pada postingannya Salah juga mengatakan sesuatu ungkapan atas cintanya kepada Mesir. "Apa pun yang mereka lakukan untuk mencoba mengubah cintaku pada Mesir, mereka tidak akan berhasil," tulis salah dalam cicitannya.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Mesir Amr El-Ganainy mengaku telah berbicara dengan Salah. Ganainy mengungkapan kepada bintang Liverpool itu tentang kesalahan administrasi yang dilakukan pihaknya. Setiap negara memiliki tiga pemilih, yakni pelatih tim nasional, kapten tim nasional, dan perwakilan media, masing-masing memilih tiga pemain terbaik mereka di dunia. Dia mengaku Salah merupakan pilihan nomor satu dari kesepakatan yang mereka buat.

"Saya berbicara dengan Salah menjelaskan kepadanya bahwa itu adalah kesalahan administrasi," tutur Ganainy.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA