Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Atletico dan Barcelona Banding Putusan RFEF Soal Griezmann

Jumat 27 Sep 2019 08:02 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Antoine Griezmann

Antoine Griezmann

Foto: AP/Shuji Kajiyama
RFEF memutuskan Barcelona bersalah karena mendekati Griezmann sebelum waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah menjatuhkan sanksi kepada Barcelona soal transfer Antoine Griezmann. Dilansir dari Marca, Jumat (27/9), RFEF memutuskan Barcelona bersalah karena mendekati Griezmann sebelum waktu yang diperbolehkan dan belum mendapatkan izin dari Atletico Madrid selaku pemiliknya saat itu.

Baca Juga

Yang mengejutkan, sanksi RFEF tersebut hanya mewajibkan Barcelona cukup membayar denda sebesar 300 euro (Rp 4,6 juta) karena melanggar peraturan transfer. Nominal tersebut jumlahnya sangat rendah daripada klausul rilis yang dibayarkan Barcelona kepada Atletico untuk transfer striker asal Prancis.

Sebelumnya sempat santer kabar menyebut bahwa juara bertahan Liga Spanyol diwajibkan bermain tanpa penonton pada satu pertandingan. Namun hal itu urung terjadi mengingat tidak ada vonis yang melibatkan pendukung dalam kasus ini. 

Keputusan sanksi terhadap Barcelona ditentang oleh Atletico. Manajemen Atletico pun memiliki waktu 10 hari untuk mengajukan banding atas putusan dari Federasi Sepak Bola Spanyol dan dilaporkan akan menggunakannya. 

Atletico akan mengajukan banding atas keputusan tersebut karena denda kecil, sementara mereka bersikukuh telah kehilangan 80 juta euro (Rp 1,2 triliun) dari transfer Griezmann ke Barcelona sebesar 120 juta euro (Rp 1,85 triliun). Pengacara klub akan bekerja untuk membela kepentingan Atletico dalam masalah ini.

Sementara itu, tanpa disangka Barcelona pun tidak terima dengan hasil sidang yang menyatakan timnya bersalah dalam hal transfer Griezmaann. Meskipun denda itu sangat kecil dan tak akan berasa bagi klub raksasa sebesar Barcelona, mereka tidak senang dengan keputusan itu. Barcelona juga bersikeras mereka tidak kesalahan dan akan banding atas keputusan ini.

Penyerang timnas Prancis tersebut hengkang dari Atletico ke Barcelona pada Juli setelah raksasa Katalunya itu menebus klausul pelepasan sang pemain. Namun Atletico mendapatkan bukti bahwa jalannya negosiasi terjadi di luar waktu yang diperbolehkan, yakni ketika Griezmann masih melakoni kompetisi membela Los Rojiblancos. Apalagi kontrak Griezmann masih berlaku sampai 2023 dengan gaji 23 juta euro per tahun.

Media El Mundo, dikutip AS, menurunkan laporan kepindahan Griezmann dari Atletico dan Barcelona yang 'ilegal'. Penandatanganan Griezmann oleh Barcelona dilakukan sebelum transfer musim panas dibuka pada 1 Juli. Padahal saat itu, Atletico masih bersaing di Liga Champions dan berada dalam perburuan gelar La Liga menantang Barcelona.

Surat kabar El Mundo telah mendapatkan akses ke email yang membuktikan bahwa Griezmann, saudara perempuannya Maud, ayahnya, pengacaranya Sevan Karian, dan agen Prancis diberi total 14 juta euro sebagai biaya jasa transfer Griezmann. Distribusi menghasilkan perselisihan antara pihak-pihak, dengan Atleti diinformasikan sebagai balas dendam. Namun, menurut El Mundo, Los Rojiblancos tidak memasukkan informasi ini dalam keluhan mereka kepada RFEF. Semua ini dilakukan tanpa Atletico Madrid memiliki pemberitahuan dari pemain atau Barcelona. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA