Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Ini Alasan Zidane Gantikan Courtois dengan Areola

Rabu 02 Oct 2019 07:15 WIB

Red: Endro Yuwanto

Zinedine Zidane di Santiago Bernabeu

Zinedine Zidane di Santiago Bernabeu

Foto: Republika
Courtois kemasukan dua gol pemain Brugge Emmanuel Dennis di babak pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengungkapkan alasannya mengganti kiper Thibaut Courtois dengan Alphonse Areola di babak kedua pertandingan Liga Champions melawan Brugge, Rabu (2/10) dini hari WIB. Menurut Zidane, kiper asal Belgia itu kurang sehat.

"Courtois kurang sehat dan tidak dapat meneruskan (permainan). Saya sama sekali tidak cemas mengenai penampilan Thibaut atau yang lain," kata Zidane seperti dilansir laman resmi UEFA. "Kami dapat menyalahkan Thibaut namun kami semua terlibat, terutama saya."

Courtois kemasukan dua gol Emmanuel Dennis di babak pertama pertandingan kontra Brugge di Stadion Santiago Bernabeu. Perannya kemudian digantikan oleh Areola setelah turun minum. Mulai dari sana Real Madrid mampu bangkit untuk memaksakan skor imbang 2-2 pada akhir laga.

Zidane mengakui dirinya kecewa pasukannya hanya mampu meraih hasil imbang, meski demikian ia cukup senang dengan cara timnya bereaksi setelah tertinggal dua gol.

"Ini adalah hasil yang buruk, namun reaksi saat tertinggal 0-2 cukup bagus. Pada akhirnya kami tidak boleh puas dengan satu poin. Ini merupakan malam untuk memenangi tiga poin di kandang. Namun saya suka cara kami bereaksi," ucap sang pelatih.

Dari dua pertandingan di Liga Champions, Madrid hanya mampu mendulang satu poin. Saat ini, klub elite itu menghuni posisi juru kunci di klasemen Grup A, namun Zidane merasa dirinya belum perlu khawatir. "Saya tidak cemas. Saya ulangi sekali lagi. Kami menciptakan peluang demi peluang di fase awal, dan yang perlu kami lakukan adalah tampil lebih akurat," jelasnya.

Di pertandingan ketiga Liga Champions 22 Oktober mendatang, Real Madrid akan melawat ke markas klub Turki, Galatasaray, tim yang secara tradisional begitu kuat saat memainkan laga kandang. Kemenangan akan memperbesar peluang EL Real untuk lolos fase grup sebagai tim peringkat kedua, namun kekalahan dapat membuatnya semakin terpuruk di kompetisi Eropa itu.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA