Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Dalilah Muhammad Pecahkan Rekor Dunia Lari Gawang 400 M

Sabtu 05 Oct 2019 22:30 WIB

Red: Endro Yuwanto

Dalilah Muhammad

Dalilah Muhammad

Foto: EPA/IAN LANGSDON
Ia memperbaiki rekor dunia atas namanya sendiri yang dicetak pada Juli lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalilah Muhammad dari Amerika Serikat (AS) mencetak rekor dunia baru pada nomor lari gawang 400 meter putri. Ia bersaing dengan rekan senegaranya, Sydney McLaughlin, untuk merebut medali emas Kejuaraan Dunia, Jumat (4/10).

Juara Olimpiade 2016 itu meraih emas dengan catatan waktu 52,16 detik di Khalifa Stadium, Doha, Qatar. Ia memperbaiki rekor dunia atas namanya sendiri 52,20 detik yang dicetak pada US Trials di Iowa Juli lalu.

McLaughlin, yang finis hanya sedikit di belakangnya, memperoleh perak dengan waktu 52,23 detik. Sementara perunggu jatuh ke tangan Rushell Clayton dari Jamaika dengan catatan waktu 53,74.

"Ini sangat berarti," kata Muhammad. "Saya sangat menginginkan gelar juara dunia, tetapi memecahkan rekor dunia lagi adalah luar biasa," kata atlet asal New York berusia 29 tahun itu seperti dikutip AFP, Sabtu (5/10).

Ini merupakan persaingan klasik berikutnya antara Muhammad dan McLaughlin di lintasan. McLaughlin (20 tahun) telah mengalahkan Muhammad dua kali tahun ini, memenangi Diamond Trophy di Zurich pada Agustus dan pada Bislett Games di Oslo Juni lalu.

Namun, Muhammad yang telah memecahkan rekor yang sudah 16 tahun dengan kemenangannya dalam uji coba (trials) pada Juli. Ia tidak berminat untuk membiarkan McLaughlin menang pada Jumat. "Saya tahu ini akan menjadi lomba yang cepat, tetapi saya tidak memperkirakan rekor dunia," kata Muhammad.

McLaughlin menghibur dirinya dengan perak. "Saya tahu itu akan cepat tetapi saya tidak berpikir akan secepat itu," jelasnya.

McLaughlin mencuri perhatian pada 2016 ketika masih berusia 16 tahun. Ia memenuhi syarat masuk tim AS untuk Olimpiade Rio Brasil. Ia mengakui sudah memikirkan Olimpiade Tokyo tahun depan. "Olimpiade selalu ada di pikiran saya, tetapi pertama-tama, saya harus menyelesaikan musim dan kemudian saya bisa pulang dan bersiap-siap untuk itu."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA