Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Persib Antisipasi Jadwal Padat Oktober

Senin 07 Oct 2019 17:27 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya.

Pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya.

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Jadwal padat itu merupakan imbas dari kompetisi yang libur karena FIFA Match Day.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung akan menghadapi padatnya jadwal selama bulan Oktober. Jika sesuai jadwal, Persib akan melaksanakan empat pertandingan Liga 1 selama dua pekan.

Persib akan menghadapi Persebaya Surabaya pada laga home, 19 Oktober. Setelah itu, Persib akan bertemu Bhayangkara FC 23 Oktober, Persija Jakarta pada 28 Oktober, dan Kalteng Putra pada 31 Oktober mendatang.

Jadwal padat tersebut merupakan imbas dari kompetisi yang libur karena FIFA Match Day. Pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya menyatakan, Persib akan mengatisipasi padatnya jadwal.

"Tanggal 19 Oktober itu kami padat sampai bulan berikutnya, harapan kami setelah lawan Madura adalah jangan sampai pertandingan ditunda," kata Yaya di Stadion Sidolig, Kota Bandung, Ahad (6/10).

Penundaan menjadi salah satu yang dikhawatirkan oleh Persib. Karena di bulan Oktober, Persib akan menjamu dua tim besar. Sayangnya, waktu tersebut hampir bertepatan dengan pelantikan Presiden RI pada 20 Oktober mendatang. "Jangan sampai ada yang ditunda, seperti lawan Persipura akhirnya ditunda, itu kan, pengen kami main terus aja," jelasnya.

Ini bukan kali pertama laga Persib di kandang ditunda karena situasi daerah yang kurang kondusif. Sebelumnya, laga kontra Arema FC pun terpaksa ditunda dengan alasan tidak turunnya izin keamanan. "Kami tidak tahu, cuma melihat situasi politik memberi gambaran sepertinya susah," kata Yaya.

Yaya mengakui penundaan laga bisa mempengaruhi kondisi tim. Ia berharap, manajemen bisa mengupayakan setidaknya laga tersebut tetap bisa digelar tepat waktu. "Karena ada ucapan dari coach kemarin, berusaha sebisa mungkin pertandingan jangan ditunda," tutupnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA