Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Ancelotti: Posisi Napoli di Klasemen Buat Ingin Menangis

Senin 07 Oct 2019 21:20 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

 Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti

Foto: EPA-EFE/Walter Bieri
Ancelotti akan mencoba menyeimbangkan kekuatan antara lini depan dan belakang.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Pelatih Napoli Carlo Ancelotti mengakui posisi timnya di klasemen Serie A Liga Italia membuat seluruh orang di tim ingin menangis. Itu disampaikan Ancelotti usai Napoli bermain imbang 0-0 melawan Torino, Ahad (6/10).

Si Biru kini selisih enam poin dari Juventus di puncak klasemen yang sebelumnya mengalahkan Inter Milan 2-1. Ancelotti mengatakan, pertandingan melawan Torino merupakan laga sulit. Meski anak asuhnya kerap menciptakan peluang, namun tidak mampu melakukan penyelesaian akhir dengan baik. Masih ada pekerjaan rumah untuk mempertajam lini depan.

“Posisi kami membuat kami sedikit menangis. Saya pikir kami kehilangan tiga poin yang harus kami ambil melawan Cagliari,” ujar Ancelotti dilansir dari Football Italia, Senin (7/10).

Situasi ini berbanding terbalik dengan pertandingan sebelumnya. Menurut Ancelotti, sebelumnya timnya bermain kuat di lini depan namun rapuh pada bagian pertahanan. Dia menegaskan akan mencoba menyeimbangkan kekuatan antara lini depan dan belakang.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, lanjut Ancelotti, timnya hanya kebobolan satu gol saat melawan Cagliari. Namun itu dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan selalu dialami oleh semua tim. Tentang stikernya, Hirving Lozano yang belum menunjukkan ketajamannya, Ancelotti masih cukup sabar. "Itu normal bahwa dia membutuhkan waktu untuk beradaptasi," kata dia.

Ancelotti menegaskan, Lozano masih proses adaptasi bersama tim barunya. Kendati demikian, Lozano adalah pemain yang terbuka dan berbahaya setiap kali mendapatkan bola. Ancelotti akan berbicara dengan pemain ketika si pemain dianggap tidak sesuai dengan harapan.

Perubahan tim pasti akan dilakukan oleh Ancelotti dalam pertandingan berikutnya. Terutama dalam kualitas permainan baik dalam hal pertahanan maupun serangan. "Kami harus menemukan keseimbangan antara dua fase permainan," jelas dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA