Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Pemain Inggris Ancam Keluar Lapangan Jika Alami Rasialisme

Rabu 09 Oct 2019 07:38 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Gareth Southgate (tengah) bersama timnas Inggris.

Gareth Southgate (tengah) bersama timnas Inggris.

Foto: AP Photo/Natacha Pisarenko
Pendukung Bulgaria memiliki catatan hitam selama kualifikasi terkait rasialisme.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tim nasional Inggris siap mengambil tindakan luar biasa terkait pelecehan rasialisme dalam sepak bola. Jika salah satu dari penggawa the Theree Lions yang mengalami pelecehan tersebut, mereka sepakat semua pemain keluar lapangan.

Baca Juga

Anak asuh Gareth Southgate akan melanjutkan petualangan pada laga Grup A Kualifikasi Euro 2020. Pada Sabtu (12/10) dini hari WIB, Harry Kane dan rekan-rekan menghadapi Republiko Ceska di Sinobo Stadium, Praha.

Tiga hari berselang, pasukan Tiga Singa bertemu Bulgaria. Duel di Stadion Vasil Levski, Sofia, Selasa (15/10) dini hari WIB itu, berlangsung secara tertutup.

Pendukung Bulgaria memiliki catatan hitam selama kualifikasi terkait rasialisme. Mereka dinyatakan bersalah atas perilaku rasialis dalam pertandingan kontra Kosovo dan Ceska pada Juni 2019.

Tak ingin mendapat perlakuan serupa, Southgate mengadakan pertemuan dengan anak asuhnya. Mereka membahas tindakan apa yang akan diambil dalam menghadapi rasialisme pada masa mendatang.

Sang pelatih menjelaskan langkah-langkah normatif sesuai standar UEFA. Pertama pemain yang mengalami pelecehan, memberi tahu kapten, dan kemudian berbicara dengan wasit.

Pada titik ini, wasit menghentikan permainan dan memberi peringatan pada penonton. Jika ada insiden rasialis berikutnya, petugas mempersilahkan tim meninggalkan lapangan. 

Peringatan lebih lanjut kepada penonton, permainan bisa dihentikan secara permananen jika pelecehan berlanjut. Selanjutnya wasit berkonsultasi dengan ofisial tim dan para pemain, apakah permainan dilanjutkan atau tidak. 

Penyerang Inggris Tammy Abraham merasa aturan tersebut, terlalu bertele-tele. "Kami akan langsung memutuskan apakah tetap di lapangan atau tidak. Harry Kane bahkan mengatakan jika itu terjadi, dan menggangu kami, semua keluar lapangan secara bersama-sama," ujar penggawa Chelsea FC ini, dikutip dari Sky Sports, Rabu (9/10).

Ia menegaskan kubunya ingin menanamkan sikap solidaritas. Mereka tidak terlalu berpatokan pada sederet langkah ala UEFA di atas.

Tidak peduli berapa skornya, jika ada satu yang dilecehkan, semua berhenti bermain. Secara pribadi, ia juga kurang sepakat jika terlalu banyak peringatan tanpa ada tindakan keras.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA