Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Jatah Liga Champions dari Inggris Terancam Berkurang

Rabu 09 Oct 2019 11:44 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Tim Tottenham Hotspur menempati posisi empat Liga Primer Inggris musim lalu dan lolos langsung ke fase grup Liga Champions. (ilustrasi)

Tim Tottenham Hotspur menempati posisi empat Liga Primer Inggris musim lalu dan lolos langsung ke fase grup Liga Champions. (ilustrasi)

Foto: EPA-EFE/WILL OLIVER
Pihak Liga Primer belum secara formal diberitahu soal proposal pengurangan jatah.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Liga Primer Inggris terancam kehilangan jatah tiket lolos otomatis ke Liga Champions. Ini tercantum dalam proposan baru yang sedang didiskusikan oleh Liga Eropa, asosiasi penyelenggara liga profesional di negara-negara Eropa. 

Pengetatan kriteria kualifikasi sebenarnya tak hanya berpengaruh pada Liga Inggris. Liga Spanyol, Serie A dan Bundesliga juga bisa merasakan dampaknya bila jadi diterapkan mulai dua tahun ke depan.

Pihak Liga Primer belum secara formal diberitahu soal proposal pengurangan jatah otomatis lolos dari empat tim jadi tiga tim. Proposal tersebut baru akan didiskusikan dengan pihak terkait bulan depan. 

Pimpinan Liga Europa Lars-Christer Olsson menilai kompetisi tertinggi antar klub Eropa itu tak akan terganggu dengan rencana pengurangan ini. Ia yakin tidak akan ada masalah dengan wacana pengurangan tersebut.

"Jika Anda memberikan empat jatah kepada Liga Primer Inggris dan mengambil satu (jatah) dari Bundesliga, maka Anda akan memiliki masalah," kata Olsson, dikutip dari Telegraph, Rabu (9/10).

Dengan perubahan tersebut, tim peringkat keempat, seperti Tottenham Hotspur musim lalu, akan menjalani kriteria sebelumnya, yaitu kualifikasi pramusim. Opsi lainnya adalah mengurangi jatah posisi empat tersebut. Olsson mengatakan, alokasi klub yang ada saat ini sudah cukup ideal. 

Ia menilai keputusan meloloskan empat tim langsung tidaklah ideal dan harus kembali diubah. Ia mengingatkan kebijakan fase grup kedua yang pernah diberlakukan di Liga Champions kemudian dibatalkan karena dinilai tidak bagus. 

"Liga besar mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam diskusi ini demi sesuatu yang baru, jika mereka diperlakukan sama," ujarnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA