Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Erick Thohir: KOI Butuh Regenerasi

Rabu 09 Okt 2019 17:05 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir memberikan sambutan pada pembukaan Kongres KOI di Jakarta, Rabu (9/10).

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir memberikan sambutan pada pembukaan Kongres KOI di Jakarta, Rabu (9/10).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Figur seperti Okto diharapkan di KOI agar olahraga aktif tanpa kepentingan politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir menyatakan, KOI butuh regenerasi untuk memajukan olahraga Indonesia. Dalam Kongres KOI di Jakarta, Rabu (8/10), Erick berpesan agar bidang selain olahraga juga melakukan pembaharuan secara berkala.

Di kepengurusan KOI yang baru, Erick berharap visi Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 dapat menjadi prioritas. Berbekal tanggapan positif dari Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, Erick percaya diri cita-cita menjadi tuan rumah dapat terwujud.

Erick berpesan pada calon Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, untuk bergerak taktis dalam merealisasikan visi dan misi sebagai satu-satunya calon pemimpin KOI periode selanjutnya.

"Beliau punya dukungan agar pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah olimpiade dapat terwujud. Figur seperti Okto diharapkan di KOI agar olahraga terus aktif tanpa kepentingan politik," ujar Erick.

Menurut Erick, kepemimpinan Okto bukan tanpa halangan. Jika terpilih menjadi ketua, Erick menekankan agar Okto juga memiliki fokus terhadap revisi undang-undang (RUU) Keolahragaan.

Erick menilai, masih banyak UU yang menyebabkan beberapa instansi saling bergesekan karena memiliki tugas yang beririsan. Hal itu, lanjutnya, dapat menghambat investasi di bidang olahraga. "Okto memiliki tantangan memperbaiki UU Olahraga. Alternatifnya banyak, di negara lain KOI berdiri sendiri tapi Kemenpora berbentuk badan. Ada juga KONI-KOI (negara lain) yang digabung," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA