Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Ditolak Fan Milan, Pioli: Masa Lalu adalah Masa Lalu

Rabu 09 Okt 2019 20:50 WIB

Red: Bayu Hermawan

Stefano Pioli

Stefano Pioli

Foto: EPA-EFE/SERENA CAMPANINI
Pelatih baru AC Milan, Stefano Pioli yakin bisa mengangkat prestasi Rossoneri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih baru AC Milan, Stefano Pioli yakin bisa mengangkat prestasi Rossoneri. Terkait adanya protes dari pendukung Milan, karena dirinya adalah pendukung Inter, Stefano Pioli meminta fans Rossoneri tak perlu mempermasalahkan masa lalunya.

"Saya antusias dan telah siap memulai petualangan baru. Saya dipanggil oleh salah satu klub paling penting di dunia. Saya yakin bisa melakukan pekerjaan yang hebat, dengan tim yang diisi pemain-pemain bagus," ujarnya dalam konferensi pers usai pengangkatan diri seperti dikutip dari Calciomercarto.

Stefano Pioli menggantikan Marco Giampaolo yang dipecat lantaran gagal membawa Milan berprestasi di awal musim ini. Jelang pengangkatan, suporter Milan sempat menyuarakan protes dengan tagar #Pioliout. Hal itu lantaran Pioli pernah mengatakan dirinya sejak kecil adalah seorang pendukung Inter Milan, yang merupakan rival Rossoneri.

Terkait hal tersebut, Pioli mengatakan tak perlu mempersalahkan masa lalunya. Ia berharap fans hanya menilai dari kinerjanya sebagai pelatih Milan, bukan masa kecilnya yang merupakan pendukung Nerazzurri.

"Masa lalu adalah masa lalu. Ini seperti membingungkan seorang anak laki-laki dengan seorang laki-laki botak dan dengan keinginan untuk melakukannya dengan baik," ujarnya.

"Penilaian yang pasti adalah tentang apa keberhasilan yang saya lakukan, bukan ketika saya masih kecil (sebagai fans Inter)," ucapnya.

Pioli menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Milan. Dalam kontrak tersebut, salah satu tugas berat Pioli adalah membawa Rossoneri kembali berlaga di Liga Champions.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA