Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Para Jawara Tunggal Moya Open 2019

Senin 14 Oct 2019 00:39 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Juara tunggal putra Moya Open 2019 Althaf Dhaifullah (ketiga kiri) bersama para pengurus PP Pelti.

Juara tunggal putra Moya Open 2019 Althaf Dhaifullah (ketiga kiri) bersama para pengurus PP Pelti.

Foto: Dok. Pelti
PP Pelti bahagia ajang pemanasan jelang SEA Games 2019 ini berjalan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP PELTI) mempertimbangkan partisipasi para petenis senior sebelum mengadakan turnamen-turnamen. Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pelti Rildo Anwar.

 

"Jangan sampai kita adakan pertandingan, kualitasnya jadi menurun karena mereka (para petenis senior) tidak hadir," kata Rildo saat ditemui setelah pertandingan final tunggal putri Moya Open di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (13/10).

 

Selain sebagai ajang pemanasan uuntuk para atlet yang akan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, penyelenggaraan Moya Open juga dinyatakan Rildo sebagai jawaban atas keluhan minimnya jumlah pertandingan tenis dari kalangan atlet.

 

"Kalau kita lihat sampai akhir tahun ada dua-tiga (turnamen) lagi," tambahnya.

 

Di turnamen Moya Open 2019 yang selesai pada Ahad (13/10), Althaf Dhaifullah menjuarai kategori tunggal putra setelah melibas Adhitya Hari Sasongko dalam pertandingan final. Althaf memenangi pertandingan final ini melalui kemenangan dua set 6-4, 6-3.

 

"Senang sekali. Ini pertama kali Saya juara di (kategori) senior. Apalagi perjalanan ke final ketemu Ari (Fahresi) dan Anton (Susanto)," kata Althaf saat ditemui setelah pertandingan.

 

Althaf mengalahkan kedua petenis tim Piala Davis itu saat menuju final. Ia mengalahkan Ari pada babak pertama, dan menyingkirkan Anthony pada semifinal.

 

Daei sektor tunggal putri, Fadona Titalyana menjadi jawara setelah mengalahkan Fitriana Sabrina dengan skor 6-3, 7-5 pada partaj final.

 

Fadona sangat mensyukuri keberhasilannya menjadi juara, terlebih ia menjalani pertandingan final dengan kondisi fisik yang tidak 100 persen bugar.

 

"Alhamdulillah senang banget. Sebenarnya dari semi (final) sudah kram semua. Bahkan sempat mau retire. Tapi setelah dicoba ternyata saya masih kuat, jadi lanjut terus," kata Fadona saat ditemui setelah pertandingan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA