Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Timnas Terpuruk, Pengamat: Simon McMenemy Mundur Saja

Rabu 16 Okt 2019 17:19 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Bayu Hermawan

Pesepak bola Timnas Indonesia Irfan Bachdim (kanan) melewati pesepak bola Timnas Vietnam Vu Van Thanh (kiri) dalam pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10/2019).

Pesepak bola Timnas Indonesia Irfan Bachdim (kanan) melewati pesepak bola Timnas Vietnam Vu Van Thanh (kiri) dalam pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10/2019).

Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Timnas Indonesia menjadi satu-satunya tim yang belum meraih poin di Grup G

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Desakan agar Simon McMenemy mundur dari jabatan sebagai pelatih tim nasional (timnas) Indonesia semakin nyaring terdengar, pascakekalahan dari Vietnam dalam pertandingan grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Timnas Indonesia saat ini terpuruk di dasar klasemen grup G, dan menjadi satu-satunya tim yang belum mendapat poin sama sekali.

Pengamat sepak bola nusantara, Akmal Marhali menilai kesalahan utama yang harus dievaluasi dari Timnas Indonesia saat ini adalah pada posisi pelatih. Menurutnya, para penggawa Timnas Indonesia bermain seperti tanpa arahan. Simon, kata dia, tidak memainkan peran sebagai seorang pelatih yang bisa memberikan solusi dari kebuntuan yang dialami oleh pemain di tengah pertandingan.

Jangankan solusi, koordinator Save Our Soccer ini mengatakan, untuk sekedar membangkitkan motivasi pemain saja sepertinya tak dilakukan oleh Simon "Para pemain tampil auto pilot. Mereka tampil seperti tim SSB (Sekolah Sepak Bola) yang tidak punya motivator sekaligus pengatur strategi permainan," kata Akmal kepada Republika.co.id, Rabu (16/10).

Selain itu, Akmal melihat gol-gol ke gawang Indonesia kebanyakan disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan sendiri oleh para pemain. Menurutnya, kesalahan seperti ini di level Timnas tidak dapat ditolelir. Akmal bahkan menyebut kekalahan dari Vietnam di kandang sebagai sejarah buruk baru bagi Indonesia.

"Dan untuk pertama kalinya, Timnas kalah empat kali beruntun dalam satu ajang. Tambah menyakitkan tiga di antaranya diterima dari tim asal ASEAN dan di kandang," ujar Akmal.

Menurut Akmal, kebiasaan Simon yang mengkambinghitamkan faktor lain atas kekalahan yang dialami oleh Skuat Garuda bukanlah sikap dari seorang profesional. Menurutnya Simon terlalu banyak berapologi untuk menutupi ketidakmampuannya.

Sejak kekalahan 3-2 melawan Malaysia, Simon kerap menyebut pemain kelelehan karena jadwal kompetisi Liga 1 yang padat. Terbaru, Simon berdalih penyebab performa buruk Timnas karena kurang konsentrasi sebagai buntut dari sanksi yang diberikan oleh FIFA.

"Dia menyatakan semalam (lawan Vietnam) pemain tampil kelas dunia, tapi kehilangan konsentrasi. Bagaimana bisa menyebut permainan semalam kelas dunia, tapi masyarakat melihatnya sangat buruk sekali," tegasnya.

Secara tegas Akmal meminta Simon mundur demi memperbaiki psikologi pemain. Hal itu, kata dia, perlu dilakukan dengan segera untuk menghindari tekanan publik yang semakin kuat. Menurutnya, Asisten Pelatih Yeyen Tumena layak menjadi caretaker selama proses pencarian pelatih baru bagi Timnas.

"Bila saya jadi Simon Mcmenemy saya akan mengundurkan diri karena tak mampu meningkatkan performa Timnas, dan malah memperburuk," tegas Akmal.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA