Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Anggota Exco PSSI: Simon McMenemy Seharusnya Tahu Diri

Rabu 16 Oct 2019 19:31 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Bayu Hermawan

Pesepak bola Timnas Indonesia Riko Simanjuntak (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam Pham Duc Hui (kedua kanan) dalam pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10/2019).

Pesepak bola Timnas Indonesia Riko Simanjuntak (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam Pham Duc Hui (kedua kanan) dalam pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10/2019).

Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Refrizal mengaku kecewa dengan hasil buruk yang didapatkan timnas Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Exco PSSI, Refrizal mengaku kecewa dengan hasil buruk yang didapatkan timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Indonesia berada di dasar klasemen grup G dengan nol poin sebagai hasil dari empat kekalahan beruntun.

Terhitung 14 gol bersarang di gawang Timnas Indonesia sementara Skuat Garuda hanya mampu mencetak dua gol. Capaian buruk ini tentu tidak lepas dari tanggung jawab sang pelatih Simon McMenemy. Refrizal mengatakan tak ada lagi yang perlu dievaluasi dari Simon. Dia menegaskan Simon seharusnya menakar diri dan dengan jiwa besarnya mundur dari jabatannya sebagai pelatih.

"Menurut saya hasil Timnas periode ini yang terburuk. Kalau Simon adalah pelatih profesional dia seharusnya tahu diri lah, harus mengundurkan diri," kata Refrizal kepada Republika.co.id, Rabu (16/10).

Menurutnya Simon tak perlu lagi menunggu desakkan dari berbagai pihak khususnya para suporter. Sebab, kata dia, jika terus dibiarkan seperti ini maka setiap permainan Timnas selanjutnya tidak akan berjalan kondusif.

"Bagaimana bisa kondusif, penonton yang seharusnya mendukung Timnas Indonesia malah meneriaki pemain dan pelatih kita sendiri, pemain juga enggak akan nyaman diteriaki," ujarnya.

Refrizal berpendapat, Simon sebagai pelatih profesional seharusnya datang baik-baik ke Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menyerahkan jabatannya secara elegan setelah empat kali kekalahan beruntun yang dialami timnya.

"Jangan jadi beban bagi ketua umum PSSI periode 2019/2023 yang sebentar lagi akan kita pilih. Enggak perlu nunggu dipecat menurut saya," ucapnya.

Refrizal menilai mental pemain akan semakin hancur jika Simon dibiarkan tetap melatih Timnas karena suporter pendukung justru meneriaki pemain yang seharusnya dibelanya. Sejauh ini memang PSSI belum menyiapkan nama baru pengganti Simon. Sebab, kata dia, PSSI saat ini sedang memiliki hajat besar untuk memilih ketua umum PSSI yang baru.

"Plt Ketua Umum gak terlalu berani untuk mengambil keputusan mengganti pelatih, kecuali kalau Simon yang mundur, kalau Simon yang mundur, kita juga harus ambil sikap," ujar dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA