Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Demo Marak di Katalan, Laga El Clasico Terganggu

Kamis 17 Oct 2019 00:26 WIB

Red: Bayu Hermawan

El Clasico Barcelona Vs Real Madrid.

El Clasico Barcelona Vs Real Madrid.

Foto: Yudha Manggala P P
Lokasi laga antara Barcelona melawan Madrid kemungkinan dipindah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Divisi sepak bola teratas Spanyol (La Liga) meminta agar lokasi digelarnya laga El Clasico antara Barcelona melawan Real Madrid pada 26 Oktober mendatang, dipindahkan. Hal tersebut menyusul meningkatnya aksi unjuk rasa di Katalan.

Sembilan pemimpin separatis Katalunya dipenjara selama sembilan sampai 13 tahun pada Senin karena berperan dalam menggelar referendum ilegal dan upaya untuk memisahkan diri dari Spanyol. Penangkapan para pemimpin tersebut telah memicu aksi protes dan bentrokan di seluruh wilayah Barcelona, yang menjadi ibu kota dari Katalunya.

Pertandingan antara dua rival abadi tersebut akan berlangsung pada 26 Oktober di stadion Camp Nou, Barcelona. Namun, La Liga telah meminta Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk mengubah lokasi laga itu. Pertandingan El Clasico kedua musim ini akan berlangsung di Madrid pada Maret.

"Kami telah meminta komite kompetisi RFEF untuk bertemu dan mengubah lokasi El Clasico ke Madrid karena keadaan luar biasa di luar kendali kami," kata juru bicara La Liga yang dilansir Reuters pada Rabu (16/10).

RFEF tidak segera memberikan komentar terkait permintaan tersebut. Pengumuman masa hukuman penjara para pemimpin separatis itu memicu protes massa di seluruh wilayah Katalunya, dengan kekacauan di bandara El Prat Barcelona yang berujung terhadap pembatalan puluhan jadwal penerbangan serta bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.

Media lokal melaporkan bahwa telah terjadi 51 penangkapan sedangkan 125 orang dirawat karena mengalami luka-luka. Pada Senin, Barcelona merilis pernyataan "Penjara bukan solusi" sebagai protes mereka terhadap penahanan para pemimpin itu.

Sementara pelatih Manchester City, Pep Guardiola juga menentang hukuman penjara itu dalam sebuah video yang dirilis di media sosial oleh kelompok Tsunami Demokratic. Aksi protes berlanjut sepanjang Rabu, dengan jaringan kereta cepat di negara itu mengalami banyak penundaan, sedangkan jalan raya di seluruh Katalunya dan banyak jalan utama Barcelona tetap ditutup, sebagaimana dikutip dari Reuters.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA