Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Ashley Cole Kembali ke Chelsea

Jumat 18 Oct 2019 07:47 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Endro Yuwanto

Ashley Cole

Ashley Cole

Foto: AP/Sang Tan
Cole mengaku ingin mengembangkan pemain muda ke level papan atas.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Usai pensiun sebagai pemain sepak bola pada Agustus lalu, kini Ashley Cole memutuskan untuk kembali bergabung dengan Chelsea. Ia kembali bukan sebagai pemain, melainkan menjadi pelatih untuk pemain muda the Blues.

Cole yang pensiun pada usia 38 tahun, akan bergabung dengan mantan koleganya di Chelsea, Frank Lampard, untuk melatih klub London itu. Lampard telah didapuk menjadi pelatih utama Chelsea, sedangkan Cole kali ini akan memulai karier kepelatihannya sebagai pelatih tim U-15 Chelsea.

Dalam wawancara pertamanya sebagai pelatih di Chelsea, Cole mengaku ingin mengembangkan pemain muda ke level papan atas guna mendukung skuat utama yang diarsiteki Lampard.

"Anda harus menjadi pemain top untuk bermain bagi Chelsea. Klub ini ingin mantan pemain top mempengaruhi dan berusaha membantu generasi berikutnya berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik," ujar Cole sebagaimana dikutip Sky Sports, Kamis (17/10).

Pemain yang telah tiga kali menjuarai Liga Primer Inggris itu mengatakan bahwa Chelsea adalah klub yang pertama memanfaatkan keberadaan mantan pemainnya untuk mengembangkan para pemain muda. "Tak hanya pelatih tapi juga staf di departemen lainnya," kata Cole.

Cole menghabiskan sebagian besar kariernya di Arsenal dan Chelsea. Selain itu, ia juga pernah berseragam LA Galaxy, AS, Roma, dan Derby County sebelum pensiun. Ia pun berharap bisa mengadopsi sejumlah gaya kepelatihan sejumlah juru taktik yang pernah membimbingnya.

"Setiap orang memiliki filosofi sendiri tetapi Anda juga harus mengambil ide yang Anda sukai dari pelatih yang berbeda. Hal pertama yang saya pelajari pada pelatih saya adalah bahwa setiap pelatih adalah pencuri," kata Cole.

Cole ingin mengambil bagian dari Jose Mourinho dalam hal organisasi permainan. Lalu belajar dari Carlo Ancelotti untuk manajemen pemain dan memberi para pemain kepercayaan diri untuk tampil serta mengekspresikan diri dalam sistemnya. "Dan Arsene Wenger, yang pastinya pria hebat, untuk manajemen dan menaruh banyak kepercayaan pada pemain muda," jelas Cole.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA