Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Kapten Leicester: Medsos Perburuk Rasisme dalam Sepak Bola

Jumat 18 Oct 2019 15:31 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Bayu Hermawan

Wes Morgan

Wes Morgan

Foto: EPA/DIEGO AZUBEL
Kapten Leicester City, Wes Morgan mengaku prihatin dengan maraknya kasus rasisme

REPUBLIKA.CO.ID, LEICESTER -- Kapten Leicester City, Wes Morgan mengaku prihatin dengan semakin maraknya kasus rasialisme di dunia sepakbola. Teranyar, skuat tim nasional Inggris jadi korban.

Marcus Rashford dan rekan-rekan dilecehkan oleh pendukung Bulgaria saat kedua tim bertemu pada kualifikasi Piala Eropa 2020. Kapten Leicester City, Wes Morgan prihatin akan masalah ini. Nyaris dua dekade, bek asal Jamaika itu telah menekuni dunia profesional. Ia menilai tindakan rasialisme saat ini, lebih buruk jika dibandingkan dengan sewaktu ia mulai berkarir.

"Ketika saya memulai, tidak ada peran media sosial," kata Morgan, dikutip dari Reuters, Jumat (18/10).

Oleh karenanya, kontrol terhadap perilaku seseorang di medsos, menurutnya perlu ditingkkan. Sebab jika dibiarkan, memicu semakin maraknya serangan rasis. "Bisa menjadi katalisator bagi sebagian besar perilaku rasis yang terjadi. Sebuah cara yang mudah membidik pemain, dan mengatakan hal-hal negatif," ujarnya.

Liga Primer memiliki BAME (Black, Asian, and Minority Ethnic). Sebuah badan yang dibentuk untuk menangani rasialisme dalam olahraga. Morgan mengaku didekati badan tersebut. Ia bakal ditugaskan sebagai salah satu komite penasihat BAME.

Morgan antusias menyambut tawaran yang datang. Morgan memiliki kesempatan melakukan tindakan nyata memerangi tindakan tidak terpuji itu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA