Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Demo Katalunya Paksa El Clasico Mundur ke 18 Desember

Sabtu 19 Oct 2019 07:40 WIB

Red: Reiny Dwinanda

El Clasico Barcelona Vs Real Madrid.

El Clasico Barcelona Vs Real Madrid.

Foto: Yudha Manggala P P
Demo yang kian meluas di Katalunya membuat jadwal laga El Clasico dimundurkan.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Pertandingan kandang Barcelona melawan Real Madrid dimundurkan ke tanggal 18 Desember setelah kedua klub sepakat menggeser jadwal laga. Sebelumnya, duel El Clasico direncanakan digelar 26 Oktober, namun dibatalkan menyusul unjuk rasa politik berbau kekerasan terjadi di seantero provinsi Katalunya yang beribukotakan Barcelona.

Menyusul protes massal terhadap pemenjaraan sembilan pemimpin separatis Katalunya, badan sepak bola Spanyol mengajukan permintaan resmi kepada RFEF pekan ini bahwa El Clasico dijadwal kemudian. Federasi sepak bola Spanyol itu memerintahkan kedua klub untuk menyusun jadwal baru sebelum tenggat 21 Oktober.

Kedua klub kemudian sepakat Jumat bahwa mereka akan melangsungkan El Clasico pada 18 Desember.

"Mengingat keputusan yang menunda pertandingan Barcelona melawan Real Madrid dan mengharuskan kedua klub harus menyetujui tanggal baru, maka Real Madrid ingin menyampaikan bahwa tanggal yang diusulkan oleh kedua klub adalah 18 Desember," kata Real Madrid, seperti dikutip Reuters.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Barca mengatakan mereka sebetulnya ingin pertandingan tetap diadakan pada 26 Oktober dan menolak dipindahkan dari Camp Nou ke Real Santiago Bernabeu. Tetapi, Barca akhirnya setuju duel dimundurkan. Mereka pun meminta maaf kepada pendukungnya yang mungkin tidak menyukai keputusan pembatalan El Clasico pada 26 Oktober.

Pelatih Real Zinedine Zidane mengatakan dia dan para pemainnya akan menerima tanggal baru pertandingan itu. Ia menyebut, gambar-gambar kekerasan di Katalunya membuat "sulit" untuk terus digelarnya El Clasico pada 26 Oktober.

Ratusan ribu demonstran mengibarkan bendera pro-kemerdekaan di Barcelona dan wilayah Katalunya lainnya. Mereka menuntut pembebasan tahanan politik dalam unjuk rasa pada Jumat yang sudah memasuki hari kelima.

Pelatih Manchester City Pep Guardiola yang mantan pemain Barcelona dan manajer paling sukses klub ini, meminta negara-negara Eropa turun tangan mengatasi krisis.

"Komunitas internasional harus membantu kami menyelesaikan konflik Katalunya dan Spanyol. Kami membutuhkan mediator dari luar untuk duduk dan berbicara," kata dia dalam konferensi pers menjelang lawatan timnya ke Crystal Palace di Liga Premier.

Baca Juga

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA