Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Setelah Juara, Marquez Ingin Kawinkan 3 Gelar untuk Honda

Rabu 16 Oct 2019 09:49 WIB

Red: Endro Yuwanto

Marc Marquez

Marc Marquez

Foto: DOK REPUBLIKA
Untuk perebutan gelar tim, Repsol Honda kini berada di posisi dua di bawah Ducati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez, masih memiliki ambisi musim ini setelah mengunci gelar juara dunia kedelapannya di Thailand awal Oktober lalu. Pembalap asal Spanyol itu kini ingin mengawinkan tiga gelar, yaitu juara dunia pembalap, juara konstruktor, dan juara tim untuk Honda.

Di klasemen konstruktor, Honda memuncaki klasemen dengan 331 poin, unggul 77 poin dari rival terdekatnya, Ducati. Sementara untuk perebutan gelar tim, Repsol Honda saat ini berada di peringkat dua, terpaut 19 poin dari tim Ducati yang diperkuat Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci.

Titel untuk tim dan konstruktor berbeda di MotoGP. Setiap tim MotoGP terdiri dari dua pebalap. Semua poin yang didapat oleh kedua pembalap dikumpulkan di klasemen tim, termasuk dari pembalap pengganti, namun bukan dari pembalap wildcard.

Sementara di persaingan konstruktor terdapat beberapa tim yang memakai mesin dari pabrikan yang sama. Oleh karena itu, poin di klasemen konstruktor didapat dari hanya satu motor konstruktor yang finis paling baik di balapan.

"Targetnya sekarang adalah untuk memenangi Triple Crown (tiga gelar). Kejuaraan konstruktor sudah terlihat, namun kejuaraan tim akan sulit, tapi kami tak akan menyerah," kata Marquez seperti dikutip laman resmi MotoGP. "Sekarang saatnya berjuang untuk gelar-gelar lainnya, masih ada titel konstruktor dan tim untuk membantu Honda juara. Saya menantikan balapan di Motegi karena itu adalah balapan kandang Honda dan para fan Jepang sangatlah spesial."

Pembalap bernomor 93 itu pun akan menggunakan balapan GP Jepang akhir pekan nanti sebagai salah satu persiapan mengincar gelar juara dunia lima kali beruntun di musim 2020. Marquez sadar jika upayanya tak akan mudah setelah kini memiliki ancaman baru dari pembalap rookie Fabio Quartararo dari Petronas Yamaha SRT.

Pembalap asal Prancis itu mampu memaksa Marquez untuk berduel dua kali di lap terakhir musim ini hingga sang juara dunia itu menyebut pembalap berusia 20 tahun itu salah satu penantang utama untuk gelar 2020. "Pertarungan 2020 mulai di Motegi," kata Marquez.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA