Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Untuk Kawinkan Tiga Gelar, Honda Tinggal Lakukan Ini

Senin 21 Okt 2019 13:50 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez menunjukkan helm yang menunjukkan simbol gelar kedelapannya di kelas MotoGP. Marquez menyegel gelar juara dunia MotoGP tahun ini setelah menjadi juara di GP Thailand, di Sirkuit Buriram, Thailand, Ahad (6/10).

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez menunjukkan helm yang menunjukkan simbol gelar kedelapannya di kelas MotoGP. Marquez menyegel gelar juara dunia MotoGP tahun ini setelah menjadi juara di GP Thailand, di Sirkuit Buriram, Thailand, Ahad (6/10).

Foto: AP Photo/Gemunu Amarasinghe
Honda mendominasi di sembilan tahun terakhir dengan meraih gelar juara konstruktor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Honda memiliki satu target tersisa, yaitu titel untuk tim, agar bisa mengawinkan tiga gelar juara di MotoGP 2019. Pembalap Honda Marc Marquez dinobatkan sebagai juara dunia untuk kali kedelapan ketika perolehan poin sang pembalap tak terkejar lagi usai menjuarai GP Thailand dua pekan lalu.

Kemudian, pembalap asal Spanyol itu menjuarai GP Jepang, Ahad (20/10), yang merupakan kemenangan kesepuluhnya musim ini untuk membawa Honda menjadi juara konstruktor, mengalahkan Ducati yang terpaut 86 poin dengan tiga balapan tersisa.

Dikutip laman resmi MotoGP, dua gelar juara telah di tangan Honda. Namun demikian, Honda masih perlu berjuang di klasemen tim agar bisa meraih titel ketiga. Saat ini harapan pabrikan asal Jepang itu bertumpu kepada tim Repsol Honda yang berada di peringkat dua klasemen tim, menguntit Ducati yang kokoh di puncak dengan selisih 17 poin.

Honda telah mendominasi di sembilan tahun terakhir dengan meraih gelar juara konstruktor pada 2011, 2012, 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019, hanya melewatkan 2015 ketika Yamaha lewat Jorge Lorenzo merebut gelar juara dunia pembalap.

Titel untuk tim dan konstruktor berbeda di MotoGP. Setiap tim MotoGP terdiri dari dua pebalap. Semua poin yang didapat oleh kedua pembalap dikumpulkan di klasemen tim, termasuk dari pembalap pengganti, namun bukan dari pembalap wildcard.

Sementara di persaingan konstruktor terdapat beberapa tim yang memakai mesin dari pabrikan yang sama. Oleh karena itu, poin di klasemen konstruktor didapat dari hanya satu motor dari konstruktor yang bersangkutan yang finis paling baik di balapan.

Tugas bagi Repsol Honda akan lebih mudah jika Jorge Lorenzo, yang saat ini menjadi rekan Marquez, tampil prima. Pembalap bernomor 99 itu menjalani tahun pertamanya di Honda dengan diliputi cedera dan sejumlah penampilan di bawah performa dengan raihan hanya 23 poin sejauh ini.

Pembalap uji HRC Stefan Bradl sempat turun di sejumlah seri, menggantikan Lorenzo yang mengalami cedera parah setelah GP Belanda. Sedangkan Marquez memiliki porsi terbanyak perolehan poin Repsol Honda, yaitu 91,4 persen atau 350 poin. Duo pebalap pabrikan Ducati, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci harus bekerja keras jika ingin menghentikan Honda mendominasi musim 2019.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA