Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Liverpool Ditahan Imbang MU, Mourinho Ikut 'Serang' Klopp

Senin 21 Oct 2019 10:12 WIB

Red: Bayu Hermawan

Jose Mourinho

Jose Mourinho

Foto: EPA-EFE/Peter Powell
Mourinho menilai Klopp memprotes wasit karena frustasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan manajer Manchester United Jose Mourinho turut "menyerang" Juergen Klopp, setelah pelatih Liverpool itu memprotes pelanggaran terhadap Divock Origi, sebelum gawang timnya dibobol Marcus Rashford. Mourinho menilai, protes tersebut sebagai bentuk frustasi Klopp karena MU berhasil menyulitkan Liverpool.

"Itu karena dia tidak penah menang di Old Trafford. Dia tidak suka menunya. Dia suka daging tapi dia justru dapat ikan, jadi dia tidak senang," ujar Mourinho seperti dikutip dari Reuters.

"Mereka (MU) tentu saja lebih kuat menghadapi lawannya yang memberikan peluang melakukan serangan balik. United tidak lakukan itu (pelanggaran), dan Klopp tidak suka dengan menu hari ini," katanya saat menjadi komentator dalam laga MU melawan Liverpool.

Mourinho pun bersikeras bahwa MU sama sekali tidak melakukan pelanggaran apapun, meski pada akhirnya dipaksa puas dengan hasil imbang 1-1 akibat kebobolan gol Adam Lallana yang mengakhiri paceklik golnya sejak Mei 2017.

"Mereka (MU) terstruktur dan mempunyai rencana (permainan).Kamu bisa setuju atau tidak tapi mereka memiliki perencanaan bermain yang baik dan mereka berpegang teguh dengan itu. Jika saya menjadi Ole saya akan merasa bangga dan sedikit frustasi karena saya rasa para pemain telah memberikan segalanya," ujar Mourinho.

Baca Juga

Klopp menyatakan kecewa dengan keputusan wasit Martin Atkinson yang mengabaikan insiden jegalan Victor Lindelof terhadap Divock Origi yang memicu serangan balik berujung gol Marcus Rashford pada menit ke-36.  Pelatih asal Jerman itu kesal karena VAR satu suara dengan wasit yang justru mengesahkan gol Rashford.

Reaksi terbalik disuarakan manajer MU Ole Gunnar Solskjer yang memuji wasit Atkinson karena telah membuat keputusan tepat. "Pelanggaran? Kita tidak sedang bermain basket. Dia (Victor) menjegalnya, tapi itu bukan sebuah pelanggaran," kata Solkjaer.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA