Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Persib Tuntaskan Misi Atasi 'Kegagalan di Bali'

Selasa 22 Oct 2019 00:41 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

Persib Bandung menghentikan tren minor tiap kali mereka tampil di Bali.

BALI, AYOBANDUNG.COM -- Persib Bandung sukses memetik kemenangan 4-1 dari menjamu Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2019. 'Laga kandang rasa tandang' ini berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (18/10/2019).

Dalam laga tersebut, Maung Bandung berhasil menuntaskan misi balas dendamnya atas kekalahan telak musim lalu. Pada musim 2018, Persib juga pernah menjamu Bajul Ijo di Bali. Kala itu tuan rumah Persib dipermalukan tamunya asal Surabaya dengan kekalahan telak 1-4.

AYO BACA : Adaptasi, Persib Akan Latihan 2 Kali Sehari di Bali

Selain menuntaskan dendam, Persib juga menghentikan tren minor tiap kali mereka tampil di Bali. Dalam laga pekan ke-23 tersebut, Persib sempat dihantui tren minor. Pasalnya Sejak 2016, Maung Bandung tidak pernah menang saat tampil di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Bahkan dari lima laga kandang usirannya di Bali pada musim 2018, Maung Bandung tidak pernah mengantongi kemanangan. Maklum, kala itu Persib juga sempat menjadikan Bali sebagai kandang sementara akibat imbas sanksi dari Komdis PSSI.

''Kita punya pengalaman tahun kemarin jangan terulang. Tahun kemarin boleh dikatakan tidak bersahabat dengan kita. Tapi jadikan pengalaman sebagai motivasi lebih tinggi untuk mendapatkan hasil yang baik. Kita berharap bobotoh men-support kita,'' ujar kapten Supardi.

AYO BACA : Persib Putri Minta Penjadwalan Ulang Liga 1 2019

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, sebelumnya sempat memprediksikan laga akan berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama menampilkan gaya ofensif untuk meraih tiga poin.

 

''Kedua tim tentu ingin menyerang karena secara prinsip bermain secara menyerang dan bukan tipe yang menunggu counter attack,'' tutur Robert.

Di sisi lain, pelatih 64 tahun itu menilai pertandingan mantan dua tim perserikatan itu berlangsung dalam tempo tinggi dan cepat. Terlebih, skuat Maung Bandung lebih bermain menyerang sejak awal laga.

''Karena bermain cepat, intensitas pertandingan akan tinggi,'' katanya. ''Kedua tim tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan. Ini kebanyakan soal mental.''

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA