Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Sigit: Peserta Audisi Bulu Tangkis di Surabaya Lebih Baik

Senin 21 Oct 2019 15:40 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Tri Kusharjanto/Sigit Budiarto saat melakukan tanding eksibisi di acara Mabar dan Coaching Clinic dari PB Djarum bersama komunitas bulutangkis di kota Tegal

Tri Kusharjanto/Sigit Budiarto saat melakukan tanding eksibisi di acara Mabar dan Coaching Clinic dari PB Djarum bersama komunitas bulutangkis di kota Tegal

Foto: ist
Itu berdasarkan pengalaman Sigit Budiarto dalam beberapa audisi di berbagai kota.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Anggota tim pencari bakat Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019, Sigit Budiarto menilai, peserta audisi di Kota Surabaya, Jawa Timur, sedikit lebih baik dibandingkan kota lain. Hal tersebut berdasarkan pengalaman Budiarto dalam beberapa audisi di berbagai kota.

Surabaya menjadi tempat ketiga audisi umum 2019 setelah Bandung dan Purwokerto. Sebanyak 815 putra dan putri berpartisipasi dalam audisi di Kota Pahlawan.

"Semakin ke sini pesertanya semain lebih baik karena saya pikir mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti audisi, jadi mereka berlatih lebih giat untuk bertanding di audisi ini. Jadi persiapannya lebih baik," ujar Sigit, di lokasi audisi, di GOR Sudirman, Surabaya, Senin (21/10).

Sigit menjelaskan, mengenai kriteria yang dijadikan acuan memilih talenta dari audisi ini. Ia mengamati skill, kecepatan, kelincahan, dan kecepatan.

Kendati demikian, spesialis ganda putra saat masih aktif bermain, ini belum bisa melihat secara pasti peserta terbaik. Pasalnya, proses seleksi masih berlangsung. "Akan tetapi kualitasnya sedikit lebih baik dibanding tahun kemarin," katanya.

Sigit menambahkan, selama audisi ia juga melihat peserta yang baru sekadar senang bermain bulu tangkis. Hal tersebut, lanjut dia, tetap merupakan modal bagus untuk masa depan olahraga tepok bulu angsa di masa depan.

Para pencari bakat akan lebih mudah mencari bibit unggul ke depannya. Kemudian, kata Sigit, keberanian mengikuti audisi meskipun gagal melangkah jauh adalah sikap positif.

Kegagalan di audisi akan mendorong para pemain muda berlatih lebih keras lagi. Selain itu, Sigit melanjutkan, semakin cepat ikut menjadi peserta, maka akan memahami tahapan yang harus dilalui. "Ini semakin baik untuk bulu tangkis Indonesia," kata dia menegaskan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA