Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Liliyana Natsir: Atlet Putri Jangan Manja dan Cengeng

Selasa 22 Oct 2019 00:10 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir memberikan salam kepada suporter seusai melawan pasangan Cina Zheng Siwei-Huang Yaqiong dalam pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (27/1).

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir memberikan salam kepada suporter seusai melawan pasangan Cina Zheng Siwei-Huang Yaqiong dalam pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (27/1).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Liliyana Natsir memotivasi atlet muda putri agar jangan manja dan cengeng.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Legenda bulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir memotivasi atlet-atlet muda putri agar jangan manja dan cengeng untuk menjadi sukses dalam kariernya di dunia olahraga.

"Jadi, mereka harus kuat kalau ingin menjadi atlet yang sukses," ujarnya di sela Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang diselenggarakan di GOR Sudirman Surabaya, Senin (21/10).

Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 nomor ganda campuran bersama Tontowi Ahmad tersebut mengakui prestasi atlet bulu tangkis putri saat ini kurang menggembirakan, sehingga diharapkan muncul penerus yang berprestasi.

Menurut dia, ketika menjadi atlet muda, tidak sedikit yang memiliki teknik dan skill bulu tangkis luar biasa sehingga menjadi tugas pelatih serta diri sendiri agar berkembang sesuai yang diharapkan.

Pebulu tangkis yang gantung raket awal tahun 2019 itu meminta atlet-atlet muda, khususnya sektor putri, memiliki semangat dan hatinya kuat.

"Bagi seorang perempuan, pasti jiwanya lebih mellow, lebih perasa, capek sedikit pasti kerasa. Beda sama laki-laki. Mungkin ini yang harus diubah dari mereka," kata Butet, sapaan akrabnya.

Di sisi lain, pada audisi umum, secara mayoritas atlet-atlet belia di Jawa Timur cukup berkualitas dengan teknik yang baik.

"Tinggal bagaimana mereka tak berhenti di tengah jalan. Itu yang jadi kebiasaan karena kurangnya motivasi dan kerja keras saat berlatih di klub. Dengan bakat yang dipunyai seharusnya lebih memiliki keinginan besar agar bisa berprestasi di kancah dunia," tuturnya.

Pada hari kedua, ratusan calon penghuni Asrama PB Djarum yang terbagi dalam dua kelompok usia, U-11 dan U-13 bertanding di tahap turnamen.

Ketua tim pencari bakat Christian Hadinata menyampaikan sebanyak 48 peserta lolos ke tahap berikutnya, yang rinciannya 16 peserta (U-11 putra), 8 peserta (U-11 Putri), 16 peserta (U-13 Putra), dan 8 peserta (U-13 Putri).

"Mereka akan bertanding dua kali di hari ketiga, Selasa besok guna meraih super tiket menuju tahap final audisi di Kudus pada 20-22 November 2019," katanya.

Selain Christian Hadinata dan Liliyana Natsir, tim pencari bakat lain adalah Sigit Budiarto, Hastomo Arbi, Luluk Hadiyanto, Alvent Yulianto, Denny Kantono, Fung Permadi, Engga Setiawan, Yudha Wiratama, Reni, Juniar Setioko Tenggono, Ronald Sanduan, dan Imam Tohari.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA