Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Soal Laga Lawan Persija, Persib Hormati Keputusan Polda

Selasa 22 Okt 2019 13:43 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Bayu Hermawan

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Polda Jabar tak mengeluarkan izin pertandingan Persib melawan Persija.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat tidak memberikan izin pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada 28 Oktober mendatang. Kondisi keamanan menjadi alasan Polda Jabar tak mengeluarkan izin.

Menanggapi keputusan itu, Manajer Persib Umuh Muchtar mengaku tetap mengapresiasi keputusan pihak keamanan. Apalagi, Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs Rudy Supahriady datang untuk meminta maaf langsung pada manajemen dan perwakilan Bobotoh di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (22/10).

"Di tengah situasi ini Kapolda teta mau aman dan tertib, menyampaikan mohon maaf kepada Bobotoh, saya juga mengerti dan sangat paham sekali," kata Umuh.

Umuh menyebut kepolisian akan kembali mengizinkan jika situasi sudah kondusif. Untuk itu, dia meminta Bobotoh untuk bisa mengerti dengan situasi tersebut.

"Jadi mohon maaf kepada Bobotoh, Insya Allah tidak menutup kalau besok sudah ada berita bagus semua kita mengharapakan kondusif, amanlah di Bandung, dan Kapolda akan memberikan izin," ujar Umuh.

Umuh meminta Bobotoh juga bisa meredam kemarahannya. Apalagi sampai memicu emosi hingga berdemo. Menurutnya, Bobotoh sudah cukup dewasa untuk menerima keputusan tersebut.

"Makanya sekarang hadir perwakilan Viking, Bomber dan The Bombs. Mereka bersatu dan tetap akan menggelorakan demi ketertiban di Jawa Barat," kata Umuh.

Sementara itu ketua Viking Persib Club, Herru Djoko meminta Bobotoh di akar rumput untuk meredam emosinya. Menurutnya, perwakilan Bobotoh sudah berusaha sebaik mungkin untuk bisa memberikan yang terbaik.

"Kita mengerti, mereka bully bukan karena benci, tapi mereka ingin dukung timnya. Saya paham semua itu. Kita bekerja dan terus mengupayakan," kata Herru.

Persib tidak mendapatkan izin kepolisian karena berdekatan dengan pelantkan presiden dan Pilkades di Kabupaten Bandung. Herru menyebut, perwakilan Bobotoh telah melihat kondisi langsung dan mengerti dengan keputusan itu. "Kondisinya memang mengkhawatirkan. Kita juga melihat keadaan. Memang keadaannya seperti itu," kata Herru.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA