Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Vs Slavia Praha, Lukaku: Inter Wajib Menang

Selasa 22 Okt 2019 19:27 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Romelu Lukaku

Romelu Lukaku

Foto: AP/Luca Bruno
Inter Milan punya catatan negatif saat berhadapan dengan tim Bundesliga Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Inter Milan harus meraih tiga poin atau wajib menang jika ingin menjaga harapan lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Sebab, saat ini the Azzurri berada di dasar klasemen Grup F, di bawah Slavia Praha, Barcelona, dan Borussia Dortmund di puncak klasemen.

Dalam dua pertandingan sebelumnya di Grup F, Inter hanya memperoleh satu poin dari sekali imbang dan sekali kalah. Kekalahan akan membuat jarak poin Inter akan semakin jauh dari Dortmund dan Barcelona yang sama-sama mengoleksi empat poin.

Baca Juga

Belum lagi, dalam pertandingan keempat, Inter akan bertandang ke Signal Iduna Park, markas Dortmud, yang membuat misi untuk lolos kian berat. Karena itu menang jadi menu wajib bagi skuat asuhan Antonio Conte itu di San Siro.

Kemenangan atas Sassuolo di ajang Serie A Liga Italia di Stadion Mapei akhir pekan lalu cukup menjadi modal bagi Inter untuk bisa memberikan perlawanan ketat raksasa Bundesliga tersebut. Meskipun, lini depan Inter harus bekerja ekstra keras untuk bisa melewati barisan belakang Dortmund yang solid. Dortmund saat ini baru kebobolan dua gol dalam delapan pertandingan selama penyisihan grup Liga Champions.

Masalah lainnya adalah Inter seolah alergi dengan tim asal Jerman. Nerrazzuri punya catatan negatif saat berhadapan dengan tim Bundesliga Jerman. Dalam 10 pertemuan terakhir dengan tim Jerman, Inter hanya menang dua kali, dengan tujuh kali kalah, dan sekali imbang.

Bayern Muenchen, Werder Bremen, Schalke Wolfsburg, dan Eintracht Frankfurt, menjadi klub yang melibas Inter dalam satu dekade terakhir. Kemenangan terakhir Inter melawan tim Jerman di kompetisi Eropa adalah pada 2011, saat mengalahkan di Bayern Muenchen 3-2 di babak 16 besar Liga Champions.

Sementara pertemuan dengan Dortmund yang pertama kali adalah pada 25 tahun lalu atau 17 Maret 1994 di San Siro. Saat itu, Inter dan Dortmund bertemu dalam ajang Piala UEFA di perempat final. Inter menang 3-1 di leg pertama saat bertandang ke Signal Iduna Park. Sementara kalah di San Siro 2-1 oleh Dortmund yang ketika itu dilatih Ottmar Hitzfield.

Selain itu, saat ini skuat asuhan Antonio Conte tersebut juga sedang mengalami masalah di barisan belakang. Inter bahkan harus kebobolan tiga gol oleh Sassuolo. Artinya, Inter telah kebobolan delapan gol dalam lima pertandingan terakhir.

''Hal positif (dari pertandingan lawan Sassuolo) adalah kami mendapatkan tiga poin. Tapi kami harus bertahan lebih baik dari itu,'' ujar striker Inter Romelu Lukaku, dikutip dari BBC, Selasa (22/10)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA