Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Hadapi Lecce, Juventus Belajar dari Laga Kontra Fiorentina

Sabtu 26 Okt 2019 20:30 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Bayu Hermawan

Maurizio Sarri

Maurizio Sarri

Foto: EPA-EFE/Simone Venezia
Juventus tidak mau kehilangan poin kala menghadapi Lecce.

REPUBLIKA.CO.ID, LECCE -- Menghadapi Lecce pada laga perdana giornata kesembilan Serie A, Sabtu (26/10) waktu setempat, Juventus dibayangi-bayangi kegagalan memetik poin penuh kala menghadapi Fiorentina, pertengahan bulan lalu. Pasalnya, sama seperti saat melawat ke markas Fiorentina, Juventus bakal menghadapi Lecce tepat pada siang hari.

Di laga kontra Fiorentina, Juventus gagal memetik poin penuh usai ditahan imbang, tanpa gol, oleh La Viola. Di laga itulah, Si Nyonya Tua kehilangan poin untuk pertama kalinya di pentas Serie A musim ini. Suhu panas saat tampil pada siang hari dianggap sebagai salah satu penyebab kegagalan I Bianconeri membawa pulang tiga angka dari laga tersebut.

Kini, tantangan serupa bakal dihadapi Si Nyonya Tua kala melawat ke markas Lecce, Stadion Via del Mare. Pelatih Juventus, Mauizio Sarri, mengakui, bermain di dalam suhu panas memang mengganggu performa tim, terutama dari upaya mempertahankan tempo permainan, intensitas, dan konsentrasi.

Namun, Sarri menegaskan, timnya telah belajar dari laga kontra Fiorentina, dan tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. ''Suhu panas bisa mempengaruhi tempo permaina, seperti yang terjadi di Firenze (kota asal Fiorentina). Kami mesti bisa menghadapi kondisi sulit tersebut, dan tidak kehilangan konsentrasi,'' ujar Sarri seperti dikutip laman resmi klub, Sabtu (26/10).

Tantangan buat Juventus pun tidak berhenti sampai disitu, tapi juga dari segi potensi yang dimiliki Lecce untuk bisa mengejutkan juara bertahan Liga Italia tersebut. Sarri pun menyebut, salah satu tim promosi di pentas Liga Italia musim ini tersebut memiliki identitas permainan yang khas. Bahkan, saat berada dalam tekanan, Lecce tetap mampu mempertahankan identitas permainan mereka.

Kemampuan ini, tutur Sarri, harus mampu dijawab anak-anak asuhnya dengan mentalitas bertanding yang kuat. ''Lecce adalah tim yang proaktif, yang tidak berhenti memainkan gaya sepak bola mereka, meski dalam kondisi tertekan. Laga itu tidak akan mudah, karena banyak elemen yang harus kami antisipasi, terutama dari segi mental,'' kata mantan pelatih Napoli itu.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA